kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.719   -99,00   -0,56%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Mentan: Bulog harus mengejar penyerapan 27.000 ton beras per hari


Kamis, 10 Mei 2018 / 14:43 WIB
ILUSTRASI. RAKOR PERCEPATAN SERAP GABAH


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog sudah ditugaskan untuk menyerap gabah/beras sebanyak 2,2 juta ton hingga Juni tahun ini.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 15 Februari 2018.

Hingga 8 Mei 2018 serapan beras Bulog masih berkisar 680.000 ton. Artinya, untuk mencapai target tersebut, Bulog masih harus menyerap sekitar 1,62 juta ton. "Kami harus mengejar 27.000 ton dalam sehari," ujar Amran dalam rapat koordinasi serap gabah di Bulog, Rabu (9/5).

Menurut Amran, semua pihak harus bekerja sama untuk membantu mencapai target serapan beras tahun ini. Dia pun mengatakan, terdapat beberapa hal yang harus diperbaiki saat ini. Apalagi melihat kondisi harga beras yang belum turun signifikan.

"Dulu yang kita bangun adalah stok dan suplai yang banyak, harga bisa turun. Ternyata kesimpulannya berbeda. Stok sudah 1 juta ton, suplai meningkat tetapi harga cenderung konstan," jelas Amran.

Amran mengatakan, untuk memperbaiki hal tersbeut, Bulog pun diminta untuk memotong rantai pasok serapan beras. Ini menjadi salah satu upaya untuk menurunkan harga beras.

Menurutnya Bulog bisa langsung menyerap dari petani. Karena itu, nantinya pemerintah akan memberikan bantuan dryer yang bisa membantu petani meningkatkan kualitas berasnya sesuai dengan kriteria serapan beras Bulog.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×