kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Mensesneg nilai posisi wakil menteri masih penting


Selasa, 16 September 2014 / 16:58 WIB
Mensesneg nilai posisi wakil menteri masih penting
ILUSTRASI. Asnil Bambani


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Keberadaan wakil menteri dalam jajaran kabinet pemerintahan dinilai masih perlu. Bahkan menurut Menteri Sekertaris Negara Sudi Silalahi, keberadaan wakil menteri dalam kabinet yang dipimpin presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dirasa penting.

Sebab, menurutnya, ada pekerjaan-pekerjaan yang tidak bisa diwakilkan ke pejabat eselon satu di kementerian. Jika sang menteri berhalangan, maka tugas hanya bisa dialihkan kepada wakil menteri.

Alasan lain, Sudi mencontohkan, Kementerian Keuangan yang memiliki dua wakil menteri. Itu menunjukan pekerjaan di kementerian memang berat dan tidak cukup jika hanya menggunakan tenaga menteri. "Tugasnya complicated," ujar Sudi, Selasa (16/9) di Jakarta.

Contoh lain yang disampaikan adalah di menteri luar negeri. Keberadaan makil menteri penting karena jadwal kegiatan kenegaraan di luar negeri sangat banyak sekali. Diantara kegiatan-kegiatan itu, juga tidak bisa diwakilkan ke eselon satu.

Keberadaan wakil menteri memang rencananya akan dihapuskan dalam pemerintahan mendatang. Presiden terpilih Joko Widodo menganggap keberadaan wakil menteri membuat pemerintahan tidak efisien. Hal itu pada ujungnya akan membuat anggaran negara bengkak, padahal negara sedang membutuhkan penghematan.

Sudi berharap, permasalahan soal kebutuhan wakil menteri yang tidak bisa digantikan ada jalan keluar. Dengan begitu, seorang menteri bisa melaksanakan tugasnya tanpa bantuan wakil menteri.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×