kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.978   34,00   0,19%
  • IDX 5.835   -163,92   -2,73%
  • KOMPAS100 756   -21,92   -2,82%
  • LQ45 576   -12,19   -2,07%
  • ISSI 201   -6,99   -3,36%
  • IDX30 327   -6,49   -1,95%
  • IDXHIDIV20 401   -7,57   -1,85%
  • IDX80 86   -2,32   -2,64%
  • IDXV30 109   -2,37   -2,14%
  • IDXQ30 105   -1,93   -1,81%

Menperin minta bunga kredit bank turun


Jumat, 13 November 2015 / 20:11 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Adi Wikanto

YOGYAKARTA. Menteri Perindustrian Saleh Husin meyakini daya saing industri akan meningkat jika para pengusaha memperoleh sumber pembiayaan yang murah.

Saleh menjelaskan, bunga bank di Indonesia tegolong tinggi dibandingkan dengan negara lainnya.

Ia melanjutkan, negara tetangga Singapura misalnya, suku bunga perbankan hanya 4%-5-%.

Begitu juga Malaysia, bunga bank hanya 5%-6%.

"Khusus untuk industri, tentu dengan bunga bank yang kompetitif. Kan tidak harus lebih murah, tetapi kompetitif. Kalalu enggak, akan pilih pinjam dari luar," kata Saleh dalam konferensi pers rapat koordinasi Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Jumat (13/11).

Selain itu menurutnya, untuk mengembangkan sektor industri juga diperkukan adanya ketersediaan energi dengan harga yang kompetitif serta infrastuktur, baik laut maupun udara.

Di sisi lain, selama ini Indonesia masih mengandalkan impor bahan baku industri masih mengandalkan impor.

"Tentu secara bertahap kita kurangi. Bahan baku itu kita buat di dalam negeri salah satu adalah dengan menumbuhkan industri untuk penghasil bahan baku yaitu industri hulu maupun intermedien. Semuanya prioritas," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×