Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.185
  • EMAS658.000 0,30%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Menpar: Akurasi jurnalis sangat membantu sektor pariwisata

Sabtu, 09 Februari 2019 / 14:22 WIB

Menpar: Akurasi jurnalis sangat membantu sektor pariwisata
ILUSTRASI. Menteri Pariwisata Arief Yahya

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyebut akurasi jurnalis dalam memberitakan bencana alam yang terjadi pada suatu wilayah akan sangat membantu mengurangi dampak bencana tersebut pada sektor pariwisata.

Arief Yahya mengatakan belakangan ini musibah bencana alam mulai dari erupsi gunung, gempa bumi, dan tsunami yang terjadi di destinasi pariwisata Tanah Air. Hal ini jelas berdampak dampak besar terhadap sektor pariwisata dengan turunnya kunjungan wisman dan perolehan devisa.


“Begitu muncul bencana, media gencar memberitakan kemudian diikuti 'travel advice' dari negara-negara sumber wisman. Bila pemberitaan bencana tersebut cepat dan akurat akan mengurangi dampak negatif pada pariwisata,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima KONTAN, Sabtu (9/2).

Menpar Arief Yahya mengambil contoh bencana erupsi Gunung Agung Bali pada 2017. Bencana ini membawa dampak pada turunnya kunjungan hingga 1 juta wisman dengan pengeluaran sebesar US$ 1 miliar.

“Bencana erupsi Gunung Agung 2017 membuat banyak negara mengeluarkan ‘travel advice’ dengan dampak yang berbeda-beda. Travel advice yang dikeluarkan pemerintah Tiongkok 100% diikuti wisatawannya atau warga negaranya, sedangkan Australia hanya 20%,” tambah Arief Yahya.

Saat terjadi erupsi Gunung Agung di Bali misalnya, pihaknya sempat melayangkan permintaan secara khusus kepada Pemerintah Tiongkok agar segera mencabut travel advice bagi warga negaranya yang akan bepergian khususnya ke Bali.

"Dalam pembicaraan dengan pejabat Tiongkok, mereka minta agar penetapan ‘darurat Bali’ dicabut. Pengalaman atas peristiwa tersebut terkait dengan pemberitaan ‘darurat’ sehingga jurnalis dituntut menyajikan beritanya dengan akurat, melokalisasi kejadian hanya di tempat perkara sesuai ketentuan BNPB dan bukan meluaskannya seakan seluruh Bali darurat bencana," kata Arief.

Sementara itu, Imam Wahyudi Anggota Dewan Pers mengatakan, pemberitaan bencana yang akurat harus dikedepankan karena hal itu menjadi bagian profesionalitas para jurnalis untuk menjunjung tinggi etika dan kode etik jurnalistik. “Di era media digital, kecepatan dan akurasi itu merupakan potongan dan irisan antara etika dan misi media,” kata Imam Wahyudi.

Ia menjelaskan, misi media terkait dengan nilai bisnis, dimana bagi media online misalnya akan terlihat dari view atau rating pembaca, sementara etika mengedepankan pemberitaan yang berimbang dan jelas. "Pada dasarnya jurnalisme berjalan sesuai dengan kaidahnya,” imbuh Imam.


Reporter: Jane Aprilyani
Editor: Komarul Hidayat
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0570 || diagnostic_web = 0.4504

Close [X]
×