kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Menlu: Tiga Prajurit TNI Terluka di Lebanon, Pemerintah Minta Investigasi Menyeluruh


Sabtu, 04 April 2026 / 20:58 WIB
Menlu: Tiga Prajurit TNI Terluka di Lebanon, Pemerintah Minta Investigasi Menyeluruh
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri Sugiono (SETNEG/BPMI Setpres)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan adanya tiga prajurit TNI yang kembali mengalami luka saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.

Hingga saat ini, pemerintah masih menunggu hasil investigasi dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) terkait penyebab insiden tersebut.

Baca Juga: Jenazah Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Tiba di Tanah Air

“Tadi malam saya menerima laporan bahwa ada tiga prajurit TNI yang terluka. Penyebabnya, seperti dua insiden sebelumnya, masih dalam proses investigasi oleh UNIFIL,” ujar Sugiono usai prosesi persemayaman tiga prajurit TNI di VIP Lounge Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026).

Sugiono menegaskan, pemerintah melalui perwakilan tetap di New York telah meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menggelar rapat luar biasa menyikapi insiden tersebut.

Indonesia juga menyampaikan kecaman keras atas serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian serta mendesak UNIFIL untuk melakukan investigasi secara menyeluruh.

“Ini adalah misi penjaga perdamaian. Kejadian seperti ini seharusnya tidak terjadi. Namun karena sudah terjadi, harus ada jaminan keamanan bagi para prajurit penjaga perdamaian,” tegasnya.

Baca Juga: Panglima TNI Perintahkan Prajurit di Lebanon Tetap di Bunker Usai Gugurnya Tiga Rekan

Lebih lanjut, pemerintah meminta PBB untuk mengevaluasi kembali aspek keselamatan pasukan penjaga perdamaian, khususnya yang bertugas dalam misi UNIFIL di Lebanon.

“Kami berharap pasukan penjaga perdamaian, khususnya dari Indonesia, dapat menjalankan tugas dengan aman dan selamat,” ujar Sugiono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×