kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Menkumham: Biaya bangun Lapas itu mahal


Rabu, 31 Desember 2014 / 16:36 WIB
ILUSTRASI. Cuaca di Yogyakarata pada Jumat (14/7) diproyeksi cerah berawan hingga berawan ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/tom.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly mengungkapkan kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia masih jauh dari memuaskan. Sebab banyak Lapas masih menampung warga binaan lebih banyak dari daya tampung yang disediakan.

"Kami belum puas, masalah paling utama over kapasitas," kata Yasonna pada Refleksi Kemenkum HAM pada tahun 2014 di kantornya, Jakarta, Rabu (31/12).

Yasonna bahkan tak menampik adanya Lapas yang kondisinya cukup mengerikan. Salah satunya Lapas di Riau yang menampung 1.300 orang.

"Di beberapa daerah di Riau kemarin  dari 300 kapasitas, 1300 orang di dalam. jadi bisa kami bayangkan kondisinya yang sangat mengerikan sekali," ujarnya. Karena itu kata menteri sekaligus Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, Kemenkumham akan mengadakan evaluasi dan perbaikan mengenai kondisi Lapas di Tanah Air.

Selain daya tampung, perbaikan antara lain akan menyasar tenaga pengawas yang juga masih terhitung sedikit.

"ini yang menjadi tugas kami. dan disamping itu  pengawasnya yang sangat sedikit, (contohnya) yang mengawasi 9 orang mengawasi 1300 orang di dalam (Lapas)," ujarnya.

Saat ditanya soal kemungkinan membangun Lapas baru, Yasonna menyatakan hal itu bukan perkara mudah lantaran terbentur masalah biaya. Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan redistribusi kendati hal itu tambah Yasonna, menimbulkan masalah bagi keluarga yang ingin membesuk.

"Kalau  bangun Lapas itu kan biayanya sangat mahal. Redestribusi dimana menggeser ke (Lapas) yang lengang. tapi ada persoalan karena keluarganya. Kalau dia Jakarta dipindahkan  ke Jawa Timur keluarga enggak bisa jenguk. Banyak persoalan yang harus kita selesaikan. ini konsep restorative justice," kata Yasonna. (Edwin Firdaus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×