kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.779   -88,00   -0,49%
  • IDX 6.502   107,46   1,68%
  • KOMPAS100 842   17,11   2,07%
  • LQ45 639   11,27   1,80%
  • ISSI 229   4,24   1,89%
  • IDX30 356   5,32   1,52%
  • IDXHIDIV20 433   5,05   1,18%
  • IDX80 96   1,89   2,00%
  • IDXV30 121   1,43   1,20%
  • IDXQ30 113   1,57   1,41%

Menko Airlangga Targetkan 20% Emas Masyarakat Masuk Bank Emas


Kamis, 20 Agustus 2026 / 15:52 WIB
Menko Airlangga Targetkan 20% Emas Masyarakat Masuk Bank Emas
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (KONTAN/Dendi Siswanto)


Reporter: kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah membidik sebagian besar emas yang masih disimpan masyarakat untuk masuk ke dalam sistem keuangan melalui bank emas atau bullion bank.

Langkah ini diharapkan dapat mengubah emas yang selama ini hanya menjadi simpanan pribadi menjadi sumber pembiayaan dan penggerak ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan emas yang masih tersimpan di masyarakat mencapai 1.800 ton dengan nilai sekitar US$ 252 miliar atau setara Rp 4.499,2 triliun.

Pemerintah menargetkan sedikitnya 20% dari nilai tersebut dapat dialihkan ke instrumen keuangan melalui perbankan syariah maupun Pegadaian.

Baca Juga: Gandeng BCA, Pegadaian Genjot Tabungan Emas di Kalangan Gen Z

"Targetnya, 20% saja pindah dari bawah bantal ke instrumen keuangan," kata Airlangga saat memberikan keynote speech dalam Peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Menurut Airlangga, potensi tersebut menjadi peluang besar untuk memperluas ekosistem bullion di Indonesia. Dua pemain utama, yakni Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Pegadaian, juga didorong untuk mencatat pertumbuhan bisnis dua digit.

Ekosistem bank emas sendiri mulai menunjukkan perkembangan. Dalam sekitar satu tahun terakhir, emas yang dikelola BSI dan Pegadaian meningkat dari sekitar 153 ton menjadi 179 ton.

Sebelumnya, 153 ton emas tersebut memiliki nilai sekitar Rp360 triliun atau US$20 miliar.

Baca Juga: Sasar Anak Muda, BSI Kenalkan Investasi Emas Semudah Membeli Satu Cangkir Kopi

Pertumbuhan itu, menurut Airlangga, menunjukkan bahwa bisnis bullion mulai memiliki pijakan di Indonesia dan masih memiliki ruang ekspansi yang besar.

Pemerintah ingin menjadikan ekosistem tersebut sebagai salah satu sumber peningkatan nilai tambah dari hilirisasi sektor pertambangan.

Potensi emas dinilai lebih besar karena komoditas ini telah memiliki rantai ekosistem yang relatif lengkap.

Mulai dari pertambangan, pemurnian atau refinery, manufaktur, lembaga jasa keuangan, produk investasi seperti exchange-traded fund (ETF), perdagangan hingga industri perhiasan.

Karena itu, pemerintah tidak hanya ingin mendorong emas masuk ke perbankan, tetapi juga membangun pasar emas yang lebih terintegrasi.

Arsitektur tersebut nantinya mencakup usaha bulion, refinery dan manufaktur, perdagangan fisik, bursa komoditas, ETF emas, kliring hingga settlement.

Pemerintah juga menyiapkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang mulai berjalan pada 1 Januari 2027. Kehadiran bursa ini diharapkan memperkuat pembentukan harga atau price discovery sekaligus menciptakan Indonesia Reference Price.

Baca Juga: Nobu Bank Raup Laba Rp Rp481,3 miliar pada Tahun 2025

Dengan langkah tersebut, pemerintah ingin menggeser pola kepemilikan emas masyarakat dari sekadar aset yang disimpan menjadi bagian dari ekosistem keuangan.

Jika target 20% tercapai, potensi emas yang masuk ke sistem keuangan bisa mencapai sekitar US$50,4 miliar atau lebih dari Rp899 triliun.

Bagi pemerintah, masuknya emas ke ekosistem bullion bukan sekadar memperbesar bisnis bank emas. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi hilirisasi agar kekayaan emas Indonesia memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian.

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/08/20/150326526/airlangga-bidik-20-persen-emas-di-bawah-bantal-masuk-bank-emas.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×