kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Menkeu minta Dirut BPDPKS anyar percepat program peremajaan sawit


Senin, 02 Maret 2020 / 22:25 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik Eddy Abdurrachman sebagai Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (Dirut BPDPKS) baru, menggantikan Dono Boestami Dirut BPDPKS periode sebelumnya di Aula Mezzanine Kementerian Keuangan, Senin (2/3/


Reporter: Grace Olivia | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik Eddy Abdurrachman sebagai Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) baru, menggantikan Dono Boestami.

BPDPKS adalah Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan yang bertugas mengelola dana perkebunan kelapa sawit untuk menjaga keberlangsungan industri kelapa sawit sebagai komoditas strategis nasional Indonesia.

Salah satu hal yang menurut Sri Mulyani perlu diperhatikan terkait pengelolaan dana BPDPKS adalah program peremajaan tanaman. Pasalnya, Presiden telah mengarahkan  program peremajaan harus dilakukan untuk 500.000 hektare (ha) dalam waktu tiga tahun. 

Baca Juga: Sri Mulyani lantik Eddy Abdurrachman sebagai Dirut BPDPKS baru

"Saya ingin agar peremajaan menjadi fokus”, pungkas Menkeu.

Menurutnya, BPDPKS bisa menggandeng penguatan pembiayaan untuk peremajaan sawit dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Prosedur peremajaan kelapa sawit juga telah dipermudah, dari sebelumnya terdapat 14 syarat, menjadi 8 syarat

Selanjutnya, sesuai arahan Komite Pengarah, Sri Mulyani meminta agar dipermudah lagi menjadi dua bahkan satu saja syarat.  Percepatan peremajaan ini dinilai akan dapat meningkatkan produktivitas kebun dan meningkatkan kesejahteraan petani. 

"Keberhasilan peremajaan juga akan menjaga ketersediaan bahan baku biodiesel (B30) dengan harga yang lebih murah. Selain itu, juga dapat meningkatkan pasokan pengembangan energi lanjutan B30 menjadi green diesel, green gasoline dan green fuel untuk menuju kemandirian energi nasional," tutup Menkeu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×