kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Menkeu ancam pangkas tunjangan pegawai pajak


Rabu, 08 April 2015 / 11:35 WIB
ILUSTRASI. F&B ID luncurkan Happy Rewards yang bisa ditukarkan dengan beragam hadiah


Reporter: Agus Triyono | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pemerintah, melalui Kementerian Keuangan mengancam akan memotong tunjangan pegawai pajak di Direktorat Pajak. Pasalnya, realisasi penerimaan pajak di kuartal I 2015 masih seret.

Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan menuturkan, kenaikan tunjangan bagi pegawai pajak yang peraturan presidennya baru ditandatangani 19 Maret lalu tersebut memiliki konsekuensi; pegawai pajak harus habis- habisan mengejar target penerimaan pajak.

"Konsekuensinya, kalau tidak tercapai ya tahun depan tunjangan akan dipotong," katanya, Rabu (8/4).

Sebagai catatan saja, Presiden Jokowi mengeluarkan Perpres No. 37 Tahun 2015 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Ditjen Pajak pada 19 Maret lalu. Perpres tersebut mengatur pemberian tunjangan kinerja kepada pegawai pajak.

Besaran tunjangan pegawai pajak yang diatur dalam perpres tersebut bervariasi. Untuk pegawai pajak tingkat terendah tunjangan kinerjanya mencapai Rp 8,5 juta. Sementara itu, untuk pegawai tertinggi mencapai Rp 95,6 juta sampai Rp 117, 4 juta.

Bambang mengatakan, tunjangan pajak tersebut salah satu tujuannya diberikan untuk meningkatkan semangat dan kesungguhan kerja pegawai pajak agar target penerimaan pajak bisa dicapai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×