kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.830   -70,00   -0,41%
  • IDX 8.013   78,01   0,98%
  • KOMPAS100 1.130   13,64   1,22%
  • LQ45 819   3,84   0,47%
  • ISSI 283   5,44   1,96%
  • IDX30 426   0,06   0,01%
  • IDXHIDIV20 512   -2,47   -0,48%
  • IDX80 126   1,23   0,98%
  • IDXV30 139   0,26   0,18%
  • IDXQ30 139   -0,39   -0,28%

Menkes prihatin kian banyak anak makan mie instan


Senin, 18 Agustus 2014 / 15:09 WIB
Menkes prihatin kian banyak anak makan mie instan
ILUSTRASI. Promo McD National Breakfast Day ke-11 berlaku hari ini, 6 Maret 2023. Ada gratis Nasi Uduk McD setiap beli Hot Coffee (Dok/McD)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Penyebaran produk mie instan sampai ke pelosok-pelosok menjadi keprihatinan Menteri Kesehatan RI Nafsiah Mboi. Ia menilai adanya mie instan ini menjadi salah satu yang menyebabkan kurangnya anak-anak makan sayur dan buah buahan.

"Masuknya mie instan ke kampung dengan memasak mudah, membuat anak-anak hanya mendapatkan karbohidrat yang tidak menyehatkan," kata Nafsiah, Senin (18/8).

Tidak hanya berdampak pada anak-anak, ibu-ibunya pun bisa berdampak. Kemudahan memasak mie menyebabkan ibu ibu enggan memasak sayuran.

"Selesai masak mie,  ibu-ibu lalu nonton sinetron atau televisi. Ini memicu ibu- ibu jadi obesitas, diabetes dan  hipertensi," katanya.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2013, sebanyak 26,4% anak SD dan SMP mengalami anemia gizi. "Sekitar 95% usia 13-15 tahun tidak mengonsumsi buah sayur," katanya. (Eko Sutriyanto)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×