kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.975   51,00   0,28%
  • IDX 6.181   -60,46   -0,97%
  • KOMPAS100 805   -7,45   -0,92%
  • LQ45 616   -5,31   -0,86%
  • ISSI 214   -1,69   -0,78%
  • IDX30 341   -3,09   -0,90%
  • IDXHIDIV20 429   -0,76   -0,18%
  • IDX80 92   -0,86   -0,93%
  • IDXV30 116   -0,18   -0,15%
  • IDXQ30 110   -0,52   -0,47%

Menkes: Mutasi Covid-19 dari India dan Afsel sudah ditemukan di Indonesia


Senin, 03 Mei 2021 / 18:03 WIB
ILUSTRASI. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, saat ini sudah ada mutasi virus corona (Covid-19) dari India dan Afrika Selatan yang sudah masuk ke Indonesia.

"Sudah ada mutasi baru yang masuk yaitu mutasi dari India, ada dua insiden yang sudah kami lihat dan dua-duanya di Jakarta. Sedangkan ada satu insiden untuk mutasi dari Afrika Selatan yang masuk, itu ada di Bali," jelas Budi saat memberikan keterangan pers, Senin (3/5).

Dengan temuan ini, dia mengatakan selain mutasi Covid-19 dari Inggris, terdapat 2 mutasi baru dari India dan Afrika Selatan. Adapun, hingga saat ini terdapat 13 kasus mutasi dari Inggris di Indonesia.

Adapun, Budi menyebut bahwa mutasi Covid-19 ini masuk ke dalam kategori varian of concern atau varian Covid-19 yang sangat diperhatikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena memiliki tingkat penularan relatif lebih tinggi.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, Senin (3/5): Tambah 4.730 kasus, selalu pakai masker

Karenanya, dia pun meminta supaya masyarakat hati-hati, waspada dan terus menerapkan protokol kesehatan. 

Tak hanya itu, Budi juga meminta agar masyarakat segera melakukan isolasi bila terkena Covid-19 dan disiplin melakukan testing dan tracing.

"Yang paling penting sekali lagi memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Apapun virusnya, apapun mutasi-nya, kalau kita disiplin protokol kesehatannya, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak,  insya Allah seharusnya penularan tidak terjadi," ungkap Budi.

Selanjutnya: Waspada, Kemenkes catat tren kenaikan kasus Covid-19 pada April 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×