kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Menhut: Titik api di Riau sudah berkurang


Kamis, 27 Juni 2013 / 13:33 WIB
ILUSTRASI. Pekerja memikul karung beras di Gudang Bulog Sub divre Ciamis, Sindangrasa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (30/9/2020). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/foc.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri kehutanan Zulkifli Hasan, mengatakan, titik api di Riau sudah berkurang pasca pemerintah pusat mengambil alih pemadaman api di Provinsi Riau. Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan terdapat 265 titik api atau hot spot, namun saat ini jumlahnya tinggal sebanyak 50 hingga 60 titik api saja.

Pengurangan titik api itu terjadi pasca BNPB yang dikepalai Syamsul Maarif memimpin langsung pemadaman api di Riau dengan mengerahkan lebih dari 3.000 pasukan TNI/Polri, dan beberapa dari kementerian dan institusi pemerintahan lainnya.

"Setelah kita menggunakan hujan buatan dan bom air maka kalau pada awalnya titik api cukup banyak, sekarang tinggal sebanyak 50 hingga 60 titik saja," ujar Zulkifli kepada wartawan di Hotel Shangrila, Kamis (27/6).

Walau sudah terjadi pengurangan titik api, Menhut bilang pihaknya masih terus melakukan evaluasi terkait proses pemadaman api. Soalnya, cuaca yang ekstrim bisa memicu kembali munculnya titik-titik api di banyak wilayah.

Ia berharap agar sejumlah titik api yang masih bertahan bisa dipadamkan dalam waktu dekat. "Yang paling berat itu kabupaten Dumai karena langsung merasakan kebakarannya," tutur Menhut.

Saat ini, pihak Kemhut dan BNPB tengah fokus memadamkan api di Riau untuk mengurangi dampak terhadap masyarakat Riau sendiri.

Pasalnya, masyarakat Indonesia yang paling menderita dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia. Masyarakat langsung menderita kerugian mulai dari rumahnya, tanamannya dan perkebunan pertaniannya.

Zulkifli mengakui bahwa lambannya pemadaman api di Riau disebabkan karena kepemimpinan di daerah tersebut tengah kosong pascah ditahannya Gubernur Riau Rusli Zainal oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×