kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Mendorong Rekomendasi Kebijakan AI Bertanggung Jawab di Indonesia


Jumat, 12 Juni 2026 / 20:47 WIB
Mendorong Rekomendasi Kebijakan AI Bertanggung Jawab di Indonesia
ILUSTRASI. Dorong Kebijakan AI yang Bertanggung Jawab (Dok/Microsoft Indonesia)


Reporter: Fahriyadi | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah percepatan adopsi Artificial Intelligence (AI) di berbagai sektor, Indonesia menghadapi tantangan yang semakin nyata: memastikan AI tidak hanya menjadi teknologi yang digunakan, tetapi juga mampu menciptakan dampak yang aman, inklusif, dan relevan bagi masyarakat.

Menjawab kebutuhan tersebut, BINAR bersama Microsoft menyelenggarakan Garuda AI Impact Summit 2026 di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, Kamis (11/6/2026).

Acara ini menjadi puncak dari rangkaian program AI skilling nasional yang selama satu tahun terakhir telah memberikan beasiswa pelatihan AI melalui https://garuda.elevaite.id/ bagi 145.000 peserta dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Adopsi AI Tembus 92%, Pemerintah Siapkan Peta Jalan untuk Perkuat Daya Saing

Mengusung tema “Empowering Responsible AI for Indonesian Citizen”, Garuda AI Impact Summit 2026 menjadi ruang konsolidasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem AI Indonesia melalui kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat. Forum ini juga menjadi kelanjutan dari Regional AI Impact Summit di lima wilayah Indonesia, yang menghasilkan berbagai insight lapangan mengenai kesiapan talenta, kebutuhan tata kelola, peluang implementasi AI, serta tantangan adopsi AI di sektor publik, pendidikan, ekonomi, energi, dan layanan masyarakat.

Berbagai masukan tersebut dikonsolidasikan ke dalam AI Policy Recommendation sebagai kontribusi strategis untuk mendorong arah pemanfaatan AI yang lebih bertanggung jawab, inklusif, dan berdampak bagi Indonesia.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya Prof. Dr. Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia; Achmad Adhitya, Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia; Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia; Prof. Stella Christie, Ph.D., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia; Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia; Siti Romaya, Deputi IT Kementerian Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia; M. Pradana Indraputra, Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia; Dandy Yudha Feryawan, Direktur Teknologi Digital Baru Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia; Theodore Sutarto, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian; Cahyono Tri Birowo, Plt Deputi Transformasi Digital Pemerintahan Kementerian PANRB; serta Heru Setiawan dari Direktorat Bina Stankomproglat, Ditjen Binalavotas, Kemnaker RI.

Selain itu, forum ini juga menghadirkan pemikiran dari para pemimpin industri, akademisi, dan ekosistem teknologi, seperti Caroline McGrath, AI Skills Director, Microsoft Asia; Dr. Jasmine Begum, ASEAN Director of Government Affairs, Microsoft; Niki Luhur, Founder & Group CEO VIDA; Andoko Wicaksono, Group Head ICT & Digitalization PT Mineral Industri Indonesia Persero; Andre Simangunsong, Head of Bank Mandiri Institute; Agung Dwi Nugroho, Head of Product (Paylater) Bank Raya; Irfan Prabowo, CEO Infipop; Prof. Firdaus Alamsjah, Ph.D., Guru Besar Teknik Industri BINUS University; serta Prof. Budi Widjaja Soetjipto, S.E., M.B.A., Ph.D., Guru Besar FEB Universitas Indonesia.

Founder dan CEO BINAR, Alamanda Shantika, mengatakan bahwa GARUDA AI Impact Summit 2026 merupakan bagian dari komitmen BINAR untuk memastikan transformasi AI di Indonesia tidak berhenti pada pengenalan teknologi, tetapi bergerak menuju peningkatan kapasitas manusia dan perubahan sistemik yang lebih berdampak.

“Bagi BINAR, AI transformation tidak cukup hanya dimulai dari pengenalan tools. Yang lebih penting adalah bagaimana manusia, organisasi, dan ekosistemnya siap menggunakan AI untuk menyelesaikan masalah nyata. Melalui GARUDA AI Impact Summit 2026, kami ingin membawa pembelajaran dari program skilling, regional summit, dan diskusi lintas sektor menjadi dorongan kolaborasi yang lebih strategis bagi masa depan AI Indonesia,” ujar Alamanda.

Dalam keynote speech bertajuk “AI for Everyone”, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, menegaskan bahwa AI harus menjadi teknologi yang dapat diakses, dipahami, dan dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“AI tidak boleh hanya dimanfaatkan oleh segelintir pihak yang memiliki akses dan kemampuan teknologi. Manfaat AI harus dapat dirasakan oleh pelajar, guru, pelaku UMKM, aparatur pemerintah, komunitas lokal, hingga masyarakat umum di seluruh Nusantara,” ujar Nezar.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan transformasi AI Indonesia tidak hanya diukur dari seberapa cepat teknologi diadopsi, tetapi dari seberapa luas manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Dari sisi industri global, Caroline McGrath, Asia Director Microsoft Elevate, menyampaikan bahwa keberhasilan implementasi AI membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, institusi pendidikan, dan masyarakat.

“Responsible AI bukan hanya persoalan teknologi, tetapi juga tata kelola, kepercayaan, dan kesiapan sumber daya manusia. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan manfaat AI dapat dirasakan secara luas,” ujar Caroline.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Pratikno, menekankan bahwa perkembangan AI harus tetap menempatkan manusia sebagai pengendali utama teknologi.

"AI tidak menggantikan manusia, melainkan alat yang dapat memperkuat kapasitas manusia. Karena itu, yang terpenting bukan hanya kemampuan menggunakan AI, tetapi juga bijak dalam menentukan batasannya dan cerdas dalam memaksimalkan manfaatnya," ujar Pratikno.

Ia juga menambahkan bahwa kemajuan teknologi harus bermuara pada pembangunan manusia, termasuk dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

Selain keynote session, Garuda AI Impact Summit 2026 menghadirkan berbagai diskusi panel yang membahas implementasi AI pada layanan publik digital, transformasi energi dan hilirisasi, kesiapan kerja dan pendidikan, serta pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai diskusi tersebut tidak hanya menjadi ruang berbagi perspektif, tetapi juga menjadi dasar penyusunan AI Policy Recommendation yang merangkum sejumlah agenda strategis untuk Indonesia.

Rekomendasi tersebut menyoroti pentingnya peningkatan literasi AI lintas daerah, penguatan tata kelola dan etika AI, percepatan pengembangan talenta digital, kesiapan institusi dalam mengadopsi AI, perlindungan data dan keamanan digital, serta kolaborasi lintas sektor untuk memastikan manfaat AI dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Melalui Garuda AI Impact Summit 2026, BINAR dan Microsoft berharap dapat memperkuat kesadaran publik mengenai pentingnya pemanfaatan AI yang bertanggung jawab, sekaligus mendorong kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih inovatif, inklusif, dan berdaya saing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×