kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.887   62,00   0,35%
  • IDX 6.450   47,94   0,75%
  • KOMPAS100 831   1,62   0,20%
  • LQ45 631   -1,25   -0,20%
  • ISSI 227   4,63   2,08%
  • IDX30 352   -1,25   -0,35%
  • IDXHIDIV20 429   -1,46   -0,34%
  • IDX80 95   0,08   0,09%
  • IDXV30 119   0,94   0,79%
  • IDXQ30 112   -0,32   -0,28%

Data BNPB: 1.182 Orang Luka Akibat Gempa NTT, Ini Alasan Beda Data dengan Basarnas


Selasa, 18 Agustus 2026 / 16:56 WIB
Data BNPB: 1.182 Orang Luka Akibat Gempa NTT, Ini Alasan Beda Data dengan Basarnas
ILUSTRASI. Gempa bumi di Nagekeo Flores NTT (15/8/2026) (Dok/USGS)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban luka akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 1.182 orang. Angka tersebut berbeda jauh dengan data Basarnas yang sebelumnya mencatat 132 korban luka.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan perbedaan data tersebut terjadi karena masing-masing lembaga menggunakan basis pencatatan yang berbeda.

Menurut Berton, Basarnas mencatat korban luka berdasarkan orang yang ditemukan dalam operasi pencarian dan pertolongan. Sementara angka 1.182 orang berasal dari catatan Kementerian Kesehatan yang mencakup korban yang mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Basarnas Update Gempa NTT: 70 Orang Meninggal, 132 Luka-luka

"Korban luka-luka yang hari ini berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan adalah 1.182. Tadi kalau Basarnas tadi menyampaikan 132," kata Berton dalam konferensi pers Update Penanganan Pascagempa M7,7 NTT 2026 yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Selasa (18/8/2026).

Berton menegaskan perbedaan tersebut tidak perlu menjadi polemik karena dasar perhitungannya memang berbeda.

"Jadi ada perbedaan, tetapi demikian itu tidak perlu kita permasalahkan karena memang dasar perhitungannya yang berbeda," ujarnya.

Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan yang disampaikan BNPB, Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan korban luka terbanyak, yakni 955 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 442 orang luka berat dan 513 orang luka ringan.

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 119 korban luka, terdiri dari 31 luka berat dan 88 luka ringan. Kabupaten Ngada mencatat 34 korban, dengan rincian 14 luka berat, satu luka sedang dan 19 luka ringan.

Di Kabupaten Nagekeo terdapat 22 korban luka, terdiri dari 13 luka berat dan sembilan luka ringan. Sementara Kabupaten Manggarai Barat mencatat 13 korban luka.

Adapun Kabupaten Sikka mencatat 19 korban luka, terdiri dari 12 luka berat dan tujuh luka ringan. Sedangkan Kabupaten Ende mencatat 20 korban luka, dengan rincian lima luka berat dan 15 luka ringan.

Perbedaan metode pencatatan tersebut membuat angka korban luka dapat berbeda antarinstansi. BNPB menggunakan data Kementerian Kesehatan untuk menggambarkan jumlah korban yang mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan, sementara Basarnas berfokus pada korban yang ditemukan dalam operasi SAR.

Baca Juga: Pasca-Gempa Flores, Kemenhub Pastikan Seluruh Bandara di NTT Tetap Beroperasi Normal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×