kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.960   -82,00   -0,45%
  • IDX 6.347   27,01   0,43%
  • KOMPAS100 835   3,31   0,40%
  • LQ45 635   -0,47   -0,07%
  • ISSI 219   1,41   0,65%
  • IDX30 357   -0,30   -0,08%
  • IDXHIDIV20 436   -2,39   -0,54%
  • IDX80 95   0,24   0,26%
  • IDXV30 120   -0,29   -0,24%
  • IDXQ30 114   -0,12   -0,11%

Mendagri: Dukcapil bisa dimanfaatkan untuk pembangunan pertanian


Senin, 27 Januari 2020 / 17:20 WIB
ILUSTRASI. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.


Reporter: Umar Tusin | Editor: Handoyo

Selain antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, Mendagri menyatakan harus ada sinkronisasi data di tingkat pusat yaitu antara kementerian pertanian, kementerian perdagangan, dan badan urusan logistik (Bulog). Ketidakjelasan data pangan bisa berakibat kerugian pada petani karena hasil pangan yang tidak terserap oleh Bulog.

Baca Juga: Percepat penyaluran Dana Desa, Kemenkeu juga perketat pengawasan

Selain itu, Mendagri menjelaskan peran mafia pangan yang biasa merugikan pembangunan pertanian. “Saat panen dan suplai menjadi tinggi banyak harga akan jatuh, saat harga jatuh akan dibeli oleh mereka, yang akhirnya akan dilempar lagi ke pasar dengan harga yang lebih tinggi,” ujar Tito.

Mendagri menyarankan Mentan untuk memanfaatkan data dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dalam membangun program perencanaan pertanian. Saat ini Dukcapil sudah memiliki 98,8% data penduduk Indonesia.

Ke depannya, Mendagri akan mengecek program pertanian yang masuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diajukan oleh kepala dinas. Mendagri menegaskan setiap program yang masuk APBD harus memiliki manfaat di masyarakat. “Jangan programnya beli alat tapi alatnya malah disimpan di gudang,” ujar Tito.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×