kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Mendagri: 95 persen kepala daerah pecah kongsi


Senin, 10 Maret 2014 / 15:35 WIB
ILUSTRASI. Bursa Kamis (20/10) Segera Dimulai, Ini Pilihan Saham Jika IHSG Terkoreksi


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengakui bahwa banyak pemimpin daerah yang tidak harmonis ketika menjalankan pemerintahan. Data Kemendagri, setidaknya 95 persen dari seluruh kepala daerah pecah kongsi sebelum habis masa jabatan.

"Catatan kita menunjukan 95 persen kepala daerah dan wakilnya pecah kongsi di tengah jalan," kata Mendagri di Ambon, Senin (10/3/2014), seperti dikutip dari Antara.

Hal itu dikatakan Mendagri saat melantik pasangan Said Assagaff-Zeth Sahubrua sebagai Gubernur dan Wagub Maluku periode 2014-2019 dalam rapat paripurna istimewa DPRD Maluku.

Mendagri berharap pecah kongsi tersebut tidak terjadi di provinsi Maluku. Apalagi, kata dia, nakhoda di Pemprov Maluku berpengalaman.

"Saya sendiri tidak sampai jabatan Sekda dan hanya bupati kemudian jadi gubernur, tapi beliau (Said) itu merintis semua jejak dengan sangat sempurna," katanya.

Gamawan menambahkan, dengan pengalaman itu, tidak ada yang bisa menipu gubernur karena semuanya sudah dilewati. "Demikian juga dengan wagub yang punya pengalaman kemasyarakatan sangat luas sebagai tokoh masyarakat, dimana perpaduan ini akan harmonis. Kita tunggu mereka sebagai tim yang solid dan kompak sampai lima tahun ke depan," ujar Mendagri. (Sandro Gatra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×