kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

Mendag: Kalau perlu, pemerintah impor beras G to G


Sabtu, 16 Mei 2015 / 16:54 WIB
ILUSTRASI. Salah satu pantangan penderita asam urat adalah tidak makan emping melinjo karena mengandung purin tinggi


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel menegaskan, impor beras merupakan jalan terakhir yang akan ditempuh pemerintah untuk stabilisasi harga bahan kebutuhan pokok pada bulan Puasa dan Lebaran. 

Menurut dia, sampai saat ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman masih optimistis bahwa penyerapan beras oleh Perum Bulog, masih berjalan dengan baik. Begitu pula dengan Kepala Perum Bulog, Lenny Sugihat, yang menyampaikan hal sama. 

“Tapi pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan sudah siap kalau memang kita harus melakukan impor beras itu sendiri. Kalau itu dilakukan, itu akan dilakukan secara G2G (government-to-gevernment),” kata Rachmat ditemui usai diskusi SmartFM, di Jakarta, Sabtu (16/5/2015). 

Rachmat menegaskan, pemerintah berusaha untuk memenuhi kebutuhan pangan jelang puasa dan lebaran. “Itu sudah jadi program pemerintah. Dan Menko Sofyan sudah mengundang menteri terkait untuk melakukan koordinasi dalam rangka itu tadi,” ucap Rachmat. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×