kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Mendag: Kalau perlu, pemerintah impor beras G to G


Sabtu, 16 Mei 2015 / 16:54 WIB
ILUSTRASI. Salah satu pantangan penderita asam urat adalah tidak makan emping melinjo karena mengandung purin tinggi


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel menegaskan, impor beras merupakan jalan terakhir yang akan ditempuh pemerintah untuk stabilisasi harga bahan kebutuhan pokok pada bulan Puasa dan Lebaran. 

Menurut dia, sampai saat ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman masih optimistis bahwa penyerapan beras oleh Perum Bulog, masih berjalan dengan baik. Begitu pula dengan Kepala Perum Bulog, Lenny Sugihat, yang menyampaikan hal sama. 

“Tapi pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan sudah siap kalau memang kita harus melakukan impor beras itu sendiri. Kalau itu dilakukan, itu akan dilakukan secara G2G (government-to-gevernment),” kata Rachmat ditemui usai diskusi SmartFM, di Jakarta, Sabtu (16/5/2015). 

Rachmat menegaskan, pemerintah berusaha untuk memenuhi kebutuhan pangan jelang puasa dan lebaran. “Itu sudah jadi program pemerintah. Dan Menko Sofyan sudah mengundang menteri terkait untuk melakukan koordinasi dalam rangka itu tadi,” ucap Rachmat. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×