Reporter: Fahriyadi | Editor: Fahriyadi .
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aerosol yang merupakan hasil dari penggunaan produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik (vape) maupun produk tembakau yang dipanaskan, kerap dipersepsikan sama dengan asap rokok. Faktanya, aerosol justru cepat menghilang di udara, sehingga berbeda dengan asap rokok. Kalian ingin tahu detailnya? Simak penjelasan berikut ini.
Aerosol Vape Hilang Dalam Hitungan Detik
Benarkah aerosol vape dapat menghilang dalam hitungan detik? Jawabannya adalah benar. Mengutip kajian ilmiah berjudul “Characterization of the Spatial and Temporal Dispersion Differences Between Exhaled E-Cigarette Mist and Cigarette Smoke”, partikel yang diembuskan pengguna vape menguap dalam 10-15 detik.
Baca Juga: Anggota DPR Ini Ingatkan Moral Hazard dari Penambahan Layer Cukai Rokok
“Aerosol vape berubah menjadi senyawa organik yang mudah menguap (volatil). Karakteristik tersebut membuat aerosol vape memiliki pola penyebaran yang berbeda dibandingkan asap rokok,” demikian tertulis dalam laporan yang disusun oleh Dainius Martuzevicius dkk, dikutip Kamis (10/9/2026).
Karena aerosol yang dihasilkan vape terbukti secara ilmiah lebih cepat menguap di udara, menurut Founder Center of Excellence for the Accleration of Harm Reduction (CoEHAR) dari University of Catania, Riccardo Polosa, menyatakan rokok elektronik sangat minim menyebabkan timbulnya perokok-perokok pasif.
“Aerosol yang dihembuskan dari vape menyebar dalam waktu yang sangat singkat dan bersifat mudah menguap. Emisi kimia dari vape jauh lebih sedikit zat bahayanya dibandingkan dengan rokok yang dibakar,” tegasnya.
Hal tersebut juga diperkuat dengan pandangan dari National Health Service (NHS), sistem layanan kesehatan masyarakat Inggris. “Menggunakan rokok elektronik tidak menghasilkan asap tembakau sehingga risiko perokok pasif tidak berlaku untuk produk ini. Rokok elektronik melepaskan jumlah nikotin yang sangat kecil ke atmosfer dan sejumlah bukti yang tersedia menunjukkan risiko perokok pasif terhadap orang di sekitarnya cukup kecil dibandingkan dengan rokok,” seperti dikutip dari laman resmi NHS.
Asap Rokok Bertahan Lebih Lama di Udara
Lalu, bagaimana dengan asap rokok?. Masih berdasarkan penelitian yang sama, partikel dari rokok sebagian besar merupakan non-volatil atau semi-volatil yang jauh lebih stabil daripada partikel yang terdapat pada rokok elektronik. “Proses hilangnya partikel dalam asap rokok memakan waktu jauh lebih lama (beberapa menit) dan sangat bergantung pada tingkat ventilasi di dalam ruangan,” demikian tertulis.
NHS bahkan menyebutkan asap rokok dapat bertahan hingga berjam-jam meski jendela maupun pintu dalam keadaan terbuka. Menurut NHS, asap rokok merupakan campuran berbahaya yang terdiri dari ribuan senyawa yang berisiko bagi kesehatan. Sebagian besar asap rokok tidak terlihat dan berbau. Meski seseorang berhati-hati saat merokok, orang-orang yang berada di sekitar perokok akan tetap berpotensi menghirup zat kimia berbahaya tersebut.
“Meskipun seseorang dapat membatasi aktivitas merokoknya hanya di satu ruangan, asapnya akan menyebar ke seluruh bagian rumah dan terhirup oleh orang lain,” demikian tertulis di laman resmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














