kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.197   12,00   0,07%
  • IDX 5.256   -9,99   -0,19%
  • KOMPAS100 682   -0,45   -0,07%
  • LQ45 536   3,24   0,61%
  • ISSI 176   -2,50   -1,40%
  • IDX30 301   1,77   0,59%
  • IDXHIDIV20 403   3,62   0,91%
  • IDX80 79   -0,06   -0,07%
  • IDXV30 111   -0,14   -0,13%
  • IDXQ30 101   0,82   0,82%

Melihat tugas baru BI dalam RUU Omnius Law Sektor Keuangan


Kamis, 26 November 2020 / 17:29 WIB
ILUSTRASI. Melihat tugas baru BI dalam RUU Omnius Law Sektor Keuangan


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

Pemerintah menilai melalu RUU Omnibus Law Sektor Keuangan, pengawasan terhadap industri keuangan bakal diperkuat. Sehingga dapat meminimalisasi risiko yang berdampak kepada masyarakat. 

“Kita paham bahwa risiko di sektor keuangan sudah sangat rentan terhadap berbagai hal apabila kita tidak bisa memiliki instrumen untuk memitigasi risiko-risiko tersebut,” ujar Hadiyanto, Rabu (25/11). 

Baca Juga: Bankir dan OJK sepakat kredit korporasi masih punya ruang untuk tumbuh

Sebagai info, Ketua Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Supratman Andi Agtas memastikan pihaknya sudah menerima draff RUU tentang Penanganan Permasalahan Perbankan, Penguatan Koordinasi, dan Penataan Ulang Kewenangan Kelembagaan Sektor Keuangan. 

Dia bilang, RUU yang menyelaraskan 13 Undang-Undang (UU) tersebut bakal dimasukan dalam daftar program legislasi nasional (Prolegnas) 2021. Sementara, penanggung jawab pembahasannya akan ditentukan oleh Badan Musyawarah (Bamus) DPR RI setelah putusan Rapat Paripurna. “Usulan (RUU) dari pemerintah dan Komisi XI DPR,” kata Andi kepada Kontan.co.id, Rabu (25/11).

Selanjutnya: Capital inflow masih bisa deras sampai akhir tahun, net sell tahunan bisa berkurang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×