kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Melambat di Kuartal I 2026, Kegiatan Usaha Diprediksi Bangkit di Kuartal II 2026


Sabtu, 18 April 2026 / 06:20 WIB
Melambat di Kuartal I 2026, Kegiatan Usaha Diprediksi Bangkit di Kuartal II 2026
ILUSTRASI. Meski melambat dari kuartal sebelumnya, kinerja kegiatan dunia usaha pada kuartal I 2026 tercatat masih berada di zona positif. ? (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA.  Hasil survei Bank Indonesia (BI) memperkirakan, kegiatan usaha akan meningkat pada kuartal II 2026 setelah melambat di kuartal I 2026. Hal tersebut tercermin dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dirilis Bank Indonesia.

Meski melambat dari kuartal sebelumnya, kinerja kegiatan dunia usaha pada kuartal I 2026 tercatat masih berada di zona positif. 

Direktur Departemen Komunikasi Anton Pitono menyebut, nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada kuartal I 2026 tercatat sebesar 10,11%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan SBT pada kuartal IV 2025 yang mencapai 10,61%.

"Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan I 2026 terjaga," ujar Anton dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga: Ekonom: Dunia Usaha Masih Ekspansi, Tapi Semakin Hati-Hati

Meski melambat, mayoritas lapangan usaha masih mencatatkan kinerja positif. Beberapa sektor yang menjadi penopang utama antara lain jasa keuangan dengan SBT 1,94%, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 1,54%, industri pengolahan sebesar 1,46%, serta perdagangan besar dan eceran termasuk reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 1,24%.

Menurut BI, terjaganya aktivitas dunia usaha pada awal tahun ini turut didukung peningkatan permintaan masyarakat selama momentum berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional.  Momentum tersebut antara lain perayaan Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, serta periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Tak cuma itu. Aktivitas ekonomi juga didorong oleh dimulainya musim panen, khususnya pada subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan.

Ke depan, pelaku usaha memperkirakan kegiatan usaha akan meningkat pada kuartal II 2026. Responden survei memprakirakan SBT kegiatan usaha mencapai 14,80%, lebih tinggi dibandingkan capaian kuartal I 2026 sebesar 10,11%

Baca Juga: Dunia Usaha Melambat di Awal 2026, Kadin Soroti Pelemahan Daya Beli Masyarakat

Peningkatan tersebut diperkirakan terutama berasal dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang didukung berlanjutnya musim panen komoditas pangan dan tanaman perkebunan.

Selain itu, sektor pertambangan dan penggalian diproyeksikan meningkat seiring penurunan curah hujan yang mendorong aktivitas pertambangan.

Sementara itu, sektor konstruksi juga diperkirakan menguat seiring dimulainya pengerjaan sejumlah proyek pada periode tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×