kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Megawati: Ngapain demo kalau merusak, mending bisa kalau diminta ganti


Sabtu, 31 Oktober 2020 / 21:40 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri gusar dengan perusakan sejumlah fasilitas umum saat aksi demonstrasi menolak omnibus law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja beberapa waktu lalu.

Mega mengaku heran, mengapa massa merusak fasilitas umum, sementara mereka belum tentu mampu membayar ganti rugi atas perusakan tersebut. "Ngapain (demo) maunya merusak saja. Mending dia bisa kalau disuruh bayar, ganti," ujar Mega saat pidato pembukaan Rakorbidnas Kebudayaan PDI-P, Sabtu (31/10).

Menurut dia, melakukan aksi demonstrasi boleh saja, tetapi ada aturan yang harus dipatuhi. Mega menilai tidak wajar apabila demonstrasi diwarnai aksi perusakan.

Baca Juga: Apa saja reformasi pajak yang diatur dalam UU 2/2020 dan UU Cipta Kerja?

"Saya sudah selalu bilang demo boleh, aturannya ada. Nah, aturannya itu loh. Ngapain sih lalu akhirnya mau ngerusak. Aneh. Demo apa itu," tuturnya.

Dia pun mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi tidak melulu lewat demonstrasi.

Mega mengatakan, ada rapat dengar pendapat umum (RDPU) yang dapat diikuti di DPR dalam proses pembahasan Undang-Undang. "Kalau mau tanding, tanding konsep. Pergilah ke DPR, di DPR juga ada kok yang namanya rapat dengar pendapat. Itu kan tempat aspirasi didengarkan. Kenapa enggak datang. Tanding dong konsepnya," kata Mega.

Penulis : Tsarina Maharani
Editor : Irfan Maullana

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Megawati: Ngapain Demo kalau Merusak, Mending Bisa kalau Disuruh Ganti".

Selanjutnya: Hotman Paris: Saya siap bantu Jokowi dan tidak ingin menjadi menteri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×