CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Mau masuk TPP, Indonesia harus perbaiki daya saing


Rabu, 28 Oktober 2015 / 16:06 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menegaskan sampai saat ini pemerintah belum menjadi bagian dari poros perdagangan bebas Trans Pacific Partenership (TPP) Memang, ketika bertemu dengan presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama di Gedung Putih, Presiden Jokowi mengaku siap bergabung.

Namun, menurut Pram, rencana tersebut masih diperdalam. Kajian yang dilakukan meliputi bagaimana memperkuat daya saing nasional, serta kapan waktu yang tepat Indonesia masuk dalam TPP.

"Presiden memberi arahan untuk dikaji secara mendalam," kata Pramono, Rabu (28/10) di Istana Negara, Jakarta.

Oleh karenanya, pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah saat ini adalah mendorong penyelesaian paket deregulasi. Terutama yang memperkuat kemudahan berusaha dan mendorong daya saing industri nasional.

Nah, kalau industri dalam negeri sudah efisien maka pemerintah siap bertarung dalam persaingan pasar bebas global. Pramono bilang, Indonesia tidak bisa menghindari persaingan global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×