kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Masih Tinggi, Pemerintah Beberkan Cara Menurunkan Angka Pengangguran di Indonesia


Senin, 07 November 2022 / 17:58 WIB
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir. Masih Tinggi, Pemerintah Beberkan Cara Menurunkan Angka Pengangguran di Indonesia.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemerintah terus berupaya mengurangi angka pengangguran dalam negeri. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Indonesia pada Agustus tercatat 5,86% atau 8,42 juta orang.

Angka tersebut lebih rendah bila dibandingkan Agustus 2021 yang mencapai 6,49% atau 9,1 juta orang. 

Akan tetapi bila dibandingkan dengan bulan Februari, angka pengangguran justru bertambah 0,03% atau 5,83% menjadi 8,40 juta orang.

Peningkatan pengangguran ini karena faktor musiman. Pada Februari serapan tenaga kerja akan lebih banyak karena musim panen, sehingga akan kembali menurun setelah musim panen selesai.

Baca Juga: BPS: Masih Ada 4,15 Juta Penduduk Usia Kerja yang Terdampak Pandemi Covid-19

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menuturkan, pada saat tidak musim panen terdapat beberapa program pemberdayaan desa melalui dana desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Program-program tersebut akan diberikan bagi para petani yang tidak bekerja saat tidak ada musim panen. Misalnya saja pembekalan untuk menanam buah-buahan seperti melon jepang dengan teknologi yang canggih untuk meningkatkan produktivitas.

“Selain itu juga model rumah-rumah kaca untuk menanam buah-buahan seperti melon jepang. Jadi menggunakan tekhnologi untuk meningkatkan produktivitas,” tutur Iskandar kepada Kontan.co.id, Senin (7/11).

Baca Juga: Jelang Akhir Tahun, Ekonomi Negara Besar Semakin Melemah dari Berbagai Indikator

Selain itu, untuk menurunkan angka pengangguran secara keseluruhan, diantaranya dengan mendorong hirilisasi industri berbasis sumber daya alam (SDA) dengan meningkatkan investasi, dan juga membangun infrastruktur. Menurutnya serapan kerja di sektor tersebut sangat tinggi.

Kemudian, perbaikan iklim investasi di seluruh Indonesia dengan adanya Undang-Undang Cipta Kerja dan juga Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS) dapat meningkatkan produktivitas semua sektor ekonomi dan mampu mendorong ekonomi padat karya khususnya di pedesaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×