kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Masih Banyak Pengemplang Pajak, DEN: Indonesia Sulit Jadi Negara Modern


Kamis, 09 Januari 2025 / 14:30 WIB
Masih Banyak Pengemplang Pajak, DEN: Indonesia Sulit Jadi Negara Modern
ILUSTRASI. ANTARA FOTO/Yudi Manar/Spt. Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyoroti rendahnya tingkat kepatuhan pajak di Indonesia. Hal ini membuat Indonesia sulit jadi negara modern.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyoroti rendahnya tingkat kepatuhan pajak di Indonesia.

Anggota DEN, Arief Anshory Jusuf menilai bahwa hanya sebagian kecil individu dan perusahaan yang membayar pajak, sehingga menghambat langkah Indonesia menuju status negara maju pada tahun 2045.

"Bagaimana kita mau jadi negara modern, kalau hanya 7-8 juta orang bayar pajak dari 300 juta. Bagaimana kita mau jadi negara modern, kalau hanya 0,5% perusahaan bayar pajak? Gak mungkin kita jadi negara modern," ujar Arief dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (9/1).

Baca Juga: Perluas Basis Pajak, DEN Rekomendasikan Hal ini ke Otoritas Pajak

Oleh karena itu, ia menjelaskan sebuah teori yang disebut Wagner's Law. Menurutnya, semakin modern sebuah negara maka negara selalu hadir dalam berbagai aspek di masyarakat lewat belanja negara yang juga membutuhkan penerimaan yang tinggi.

"Semakin modern suatu negara, negara semakin hadir. Semakin besar spending negara dalam GDP-nya. Jadi, kalau kita mau jadi negara maju, negara harus lebih hadir. Masalahnya, kita itu sering bicaranya menuntut saja negara hadir. Negara hadir itu tidak serta-,merta. Kita semua sama-sama menghadirkannya," katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×