CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.018,99   5,77   0.57%
  • EMAS992.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Masih Ada Risiko Global, Bank Dunia Tawarkan 3 Kunci Perkokoh Ekonomi RI


Rabu, 22 Juni 2022 / 13:11 WIB
Masih Ada Risiko Global, Bank Dunia Tawarkan 3 Kunci Perkokoh Ekonomi RI
ILUSTRASI. Bank Dunia melihat masih ada risiko yang membayangi prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Dunia melihat masih ada risiko yang membayangi prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini. Direktur Negara Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen mengungkapkan, risiko ini masih datang dari ketidakpastian global. 

“Harga komoditas yang tinggi, inflasi global yang meningkat, bank-bank sentral di dunia kemudian menaikkan suku bunga kebijakan, serta perang antara Rusia dan Ukraina kemudian menyebabkan pertumbuhan ekonomi global berpotensi merosot,” tutur Kahkonen dalam pertemuan secara daring, Rabu (22/9). 

Kahkonen pun menawarkan tiga kunci yang bisa membantu Indonesia untuk menghadapi tantangan global tersebut. Pertama, dengan pemberian stimulus yang mendorong pertumbuhan ekonomi makro. 

Baca Juga: Lampaui Batas Atas Target, Bos BI Yakin Inflasi Indonesia 2022 Sebesar 4,2%

Kahkonen mengapresiasi langkah pemerintah dan Bank Indonesia (BI) pada saat terjadi krisis pandemi Covid-19. Otoritas fiskal dan moneter bahu membahu dalam mengeluarkan kebijakan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pun dari sisi kesehatan, termasuk vaksinasi, pemberian bantuan sosial, bahkan paket subsidi sudah dikeluarkan pemerintah. 

BI juga sudah memberikan likuiditas yang sangat longgar untuk mendorong perbankan menyalurkan kredit. Dengan langkah yang sudah diberikan oleh BI dan pemerintah ini, Kahkonen yakin Indonesia masih memiliki kekuatan untuk menghadapi gejolak global saat ini. Namun, tetap saja BI dan pemerintah harus terus menyiapkan kuda-kuda. 

Baca Juga: Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2022 Bisa Kurang Dari 5%

Kedua, reformasi struktural baik dari sisi fiskal maupun moneter. Dengan reformasi struktural yang memadai, maka Kahkonen yakin Indonesia makin kuat dalam menghadapi ketidakpastian dunia. 

Ketiga, melakukan pendalaman pasar keuangan. Hal ini penting, pasalnya, di sejumlah negara kondisi sektor finansial menjadi tulang punggung untuk aktivitas ekonomi. Sehingga, kondisi sektor finansial bisa menentukan kondisi perekonomian nantinya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×