kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Marzuki Alie tidak takut disebut terlibat korupsi oleh Nazaruddin


Senin, 08 Agustus 2011 / 22:05 WIB
ILUSTRASI. Pengendara kendaraan melintas di Jl. Malioboro, Yogyakarta, Senin (15/9). Cuaca besok di Jawa dan Bali cerah berawan hingga berawan juga hujan ringan, menurut prakiraan BMKG


Reporter: Dwi Nur Oktaviani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie mengaku, tidak takut jika namanya disebut Muhammad Nazaruddin dalam dugaan korupsi. Dia mengaku siap menghadapi nyanyian tersangka dugaan korupsi tersebut.

Nazaruddin merupakan anggota Partai Demokrat. Sebelumnya, anggota DPR ini bernyanyi ada keterlibatan sejumlah petinggi Partai Demokrat dalam dugaan korupsi proyek wisma atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan.

"Kalau dia ngoceh lagi, itu bagus. Bisa untuk bersih-bersih. Kalau saya disebut, saya juga silahkan dibersihkan," ujar Marzuki seusai acara buka puasa bersama Angkatan Muda Demokrat Indonesia(AMDI) Komplek Widya Chandra, Senin(8/8)

Menurut Marzuki, Partai Demokrat sangat senang dengan tertangkap Nazaruddin yang sempat melarikan diri ke Kolombia. Selanjutnya, dia bilang partainya akan menyerahkan penyelidikan kasus tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Biar KPK juga yang memproses pidana yang dilakukan Nazaruddin sebagaimana dituduhkan," katanya.

Hal serupa diutarakan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok. Mubarok bilang partainya akan mengikuti proses hukum yang akan dijalani Nazaruddin.

Sedangkan, nama-nama kader Partai Demokrat yang dituding Nazaruddin seperti Angelina Sondakh, Mirwan Amir, Mahyuddin, Anas Urbaningrum dan Andi Mallaranggeng, Mubarok bilang belum akan diproses. "Ikuti proses hukumnya saja dulu," kata Mubarok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×