kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.723   15,00   0,08%
  • IDX 6.481   -45,04   -0,69%
  • KOMPAS100 844   -4,93   -0,58%
  • LQ45 639   -5,95   -0,92%
  • ISSI 228   -0,48   -0,21%
  • IDX30 357   -3,29   -0,91%
  • IDXHIDIV20 433   -3,49   -0,80%
  • IDX80 96   -0,69   -0,71%
  • IDXV30 120   -0,56   -0,46%
  • IDXQ30 113   -1,04   -0,92%

Marzuki Alie: Pembatalan gedung DPR harus lewat paripurna


Selasa, 05 April 2011 / 15:36 WIB
ILUSTRASI. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dan Presiden ExxonMobil Cepu Limited, Louise McKenzie saat peresmian produksi minyak perdana Lapangan Kedung Keris, Selasa (17/12).


Reporter: Dwi Nur Oktaviani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan rapat konsultasi antar pimpinan fraksi tidak bisa membatalkan keputusan pembangunan gedung baru DPR. Menurutnya, pembatalan keputusan pembangunan gedung baru DPR hanya bisa lewat rapat paripurna.

Saat ini, pimpinan fraksi DPR menggelar rapat. Mereka membicarakan soal pembangunan gedung baru DPR yang mendapat penolakan dari berbagai fraksi.

Marzuki mengatakan, penolakan tersebut harus dibawa ke rapat paripurna. Sebab, dia beralasan keputusan pembangunan gedung DPR itu telah disetujui sebelumnya oleh seluruh fraksi.

Marzuki kembali menegaskan bahwa rencana pembuatan gedung baru bukanlah program kerja periode sekarang. Menurutnya, pembangunan gedung baru sudah diputuskan saat DPR periode 2004-2009. “Yang menganggarkan itu siapa? Itu kan anggota DPR 2009. Jadi nggak usah berpolemik,” tegas Marzuki.

Sejumlah fraksi mendesak penundaan pembangunan gedung DPR setinggi 27 lantai. Gedung seharga Rp 1,16 triliun itu dianggap tidak sesuai dengan aspirasi rakyat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×