kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Ma'ruf Amin sebut pembangunan nasional sebelum pandemi membanggakan


Selasa, 18 Agustus 2020 / 13:17 WIB
ILUSTRASI. Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengenakan baju adat melayu bersama Ibu Hj. Wury Ma'ruf Amin yang mengenakan baju kurung modern dan songket tabur untuk mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI, Senin (17/8).


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

Capaian sesuai dengan amanat keempat pun terwujud dengan konsistensi Indonesia dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina, terjaganya stabilitas kawasan dan peran aktif dalam menjaga perdamaian global, serta keberhasilan Indonesia yang terpilih menjadi anggota tidak tetap dewan Keamanan PBB untuk periode 1999-2020.

Ma'ruf mengakui, adanya pandemi Covid-19 telah mempengaruhi daya tahan dan kemampuan dalam melaksanakan pembangunan nasional khususnya mencapai 4 tujuan besar negara. Menurutnya, pemerintah sudah mengambil langkah penanganan yang extra ordinary.

Baca Juga: Wapres sebut perkuliahan tatap muka dapat dilakukan bila syarat WHO terpenuhi

Langkah tersebut antara lain dengan memperlebar defisit APBN hingga 6,34% dari PDB untuk tahun ini. Pelebaran batas defisit ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan belanja negara untuk penanganan kesehatan, bantuan sosial serta stimulus ekonomi, khususnya melalui pengalokasian stimulus fiskal

"Pelebaran defisit ini diperlukan karena pendapatan negara khususnya dari pajak mengalami penurunan drastis dan guna mengantisipasi ketidakpastian pemulihan ekonomi global dalam beberapa tahun ke depan," ujarnya.

Tak hanya menangani masalah kesehatan, rancangan APBN 2021 juga diarahkan untuk memperkuat upaya pemulihan ekonomi, mendorong reformasi struktural di berbagai bidang guna meningkatkan produktivitas, inovasi dan daya saing ekonomi Indonesia, mempercepat transformasi menuju ekonomi digital, dan memastikan manfaat dari perubahan demografi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×