kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Ma'ruf Amin muda sempat akan menjadi anggota polisi


Jumat, 22 Maret 2019 / 17:07 WIB


Sumber: TribunNews.com | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin berbagi kisah semasa muda. Ma'ruf berkisah sisi lain dirinya yang identik dengan sosok ulama.

Saat berusia 22 tahun di tahun 1965, Ma'ruf menerima tawaran untuk menjadi polisi. "Saya pernah diberi tawaran untuk jadi polisi. Itu sekitar tahun 65. Dan saya dipanggil untuk jadi polisi," kata Ma'ruf melalui keterangan tertulisnya, Jumat (22/3).

Namun, Ma'ruf menolak tawaran itu. Ia dilarang oleh sang nenek, yang mengasuhnya sejak ibundanya meninggal dunia. Nenek Ma'ruf meminta cucunya untuk mengikuti jalur keluarga untuk menjadi seorang ulama dan kiai.

"Nenek saya bilang, 'kamu jangan jadi polisi, jadi kiai saja'. Jadi saya jalurnya jalur kiai, ulama," ucap Ma'ruf.

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengungkapkan keluarganya adalah keluarga ulama. Ayahnya, yang juga seorang kiai, sudah mengirim Ma'ruf untuk mondok di pesantren.

"Ayah saya kiai, keluarga kakek saya kiai, jadi memang saya menjadi keluarga kiai," tutur Ma'ruf.

Sang Ayah menginginkan anaknya belajar di pesantren tradisional, di Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur. "Jadi yang boleh itu di Tebu Ireng, makanya saya mondoknya di Tebu Ireng," imbuh Ma'ruf.  (Dennis Destryawan)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cerita Masa Muda Ma'ruf Amin Sempat Ditawari Jadi Polisi,

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×