kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Mari, Investasi di Timur Tengah


Jumat, 31 Oktober 2008 / 09:36 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo |

JAKARTA. Peluang pengusaha konstruksi masuk ke pasar Timur Tengah sangat terbuka. Utusan Presiden RI untuk Timur Tengah Alwi Shihab mengatakan bahwa pasar konstruksi di negara Timur Tengah sangat besar.

"Banyak pengusaha Timur Tengah yang bertanya tentang perusahaan mana yang mau mengerjakan proyek konstruksi," ujarnya hari ini pada saat acara seminar Konstruksi Indonesia 2008, Kamis(30/10).

Alwi menggambarkan bagaimana besarnya peluang konstruksi di sana dengan menceritakan adanya perusahaan asal Semarang yang bermodalkan hanya di bawah Rp 50 miliar saja, tapi mendapatkan banyak proyek.

Makanya dia sangat mengharapkan agar pengusaha konstruksi mau berkiprah di negara Timur Tengah. Lebih khusus dia mengajak pada perusahaan BUMN agar ikut dalam persaingan konstruksi di sana.

"Saat ini baru ada 3 perusahaan saja, ada Wijaya Karya, Waskita Karya, Adhi karya," ujar Alwi lagi. Padahal ada 9 perusahaan konstruksi pelat merah. Alwi menuturkan bahwa negara Timur Tengah sangat percaya dengan kemampuan keuangan dari BUMN. "Perusahaan kecil saja bisa, apalagi BUMN," ujar Alwi.

PT Waskita Karya salah satu perusahaan yang sudah masuk ke pasar Timur Tengah ini sedang mengerjakan beberapa proyek bangunan tinggi. Antara lain adalah Apartement Burj View plot 35 dan Legend Plaza di Dubai, lalu ada juga bangunan komersial seperti Abu Dhabi Financial Center Podium dan Abu Dhabi Financial Center. "Proyek ini sedang berjalan," ujar Bambang Esti Marsono Direktur Pengembangan dan SDM PT Waskita Karya.

Bambang juga mengatakan bahwa negara-negara yang punya peluang paling besar untuk dimasuki adalah negara Kuwait, Bahrain, Oman, Arab Saudi dan UEA.

"Negara-negara ini terutama untuk bangunan vertikal," ujar Bambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×