kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Manufaktur Indonesia melemah, Menko Airlangga: Pelemahan terjadi secara global


Minggu, 03 November 2019 / 12:33 WIB
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pelemahan manufaktur terjadi secara global dan memengaruhi berbagai negara.


Reporter: Grace Olivia | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja pertumbuhan sektor manufaktur Indonesia semakin melemah. Setidaknya, dua data terbaru mengindikasikan pelemahan itu.

Pertama, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang dilaporkan oleh IHS Markit, Jumat (1/11), berada pada level 47,7 pada Oktober 2019. Indeks tersebut mendekati level terendah dalam kurun empat tahun terakhir.

Kedua, Badan Pusat Statistik (BPS) juga melaporkan pertumbuhan industri manufaktur besar dan sedang (IBS) hanya mencapai 4,35% yoy di sepanjang kuartal III-2019. Pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan periode sama pada 2018 maupun 2017 yang masing-masing tumbuh 5,04% dan 5,46%.

Baca Juga: Manufaktur Indonesia semakin melemah

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tak menampik kinerja manufaktur dalam negeri yang masih lemah. Namun menurutnya, hal tersebut memang terjadi secara global dan memengaruhi seluruh pasar di berbagai negara.

“Secara global kan memang terjadi (perlemahan). Tentu berpengaruh ke pasar-pasar dan memang permintaan luar negeri pun turun,” tutur Airlangga, Jumat (1/11).

Tekanan pada sektor manufaktur, kata Airlangga, juga tak lepas dari efek proteksionisme perdagangan di berbagai negara. Ia mencontohkan Vietnam yang bakal membuat regulasi agar ekspor kendaraan dari Indonesia dilakukan dalam bentuk  completely knock down (CKD), bukan lagi  completely built up (CBU).

Baca Juga: BPS: Industri manufaktur pada kuartal III-2019 tumbuh 4,35%

“Dengan ini mereka berharap barang dirakit di sana. Tidak lagi dikirim dalam bentuk CBU. Hal-hal seperti ini yang harus kita antisipasi,” ujarnya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×