kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.965.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.830   0,00   0,00%
  • IDX 6.438   38,22   0,60%
  • KOMPAS100 926   8,20   0,89%
  • LQ45 723   5,45   0,76%
  • ISSI 205   2,17   1,07%
  • IDX30 376   1,61   0,43%
  • IDXHIDIV20 454   0,42   0,09%
  • IDX80 105   1,01   0,98%
  • IDXV30 111   0,45   0,40%
  • IDXQ30 123   0,28   0,22%

BPS: Industri manufaktur pada kuartal III-2019 tumbuh 4,35%


Jumat, 01 November 2019 / 13:10 WIB
BPS: Industri manufaktur pada kuartal III-2019 tumbuh 4,35%
ILUSTRASI. Kepala Badan Pusat Statistik?(BPS) Suhariyanto


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (IBS) pada kuartal III-2019 melambat dibanding periode yang sama tahun-tahun sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi IBS pada kuartal III-2019 tumbuh sebesar 4,35% (yoy). Meski begitu, pertumbuhan produksi IBS pada kuartal III-2019 lebih rendah dari pertumbuhan pada periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya, yaitu kuartal III-2018 yang sebesar 5,04% dan kuartal III-2017 yang sebesar 5,46%.

"Hal ini disebabkan oleh perekonomian yang tidak mudah. Ekonomi global hampir semua melemah, masih adanya perang dagang yang akhirnya menyebabkan harga komoditas masih fluktuatif," kata kepala BPS Suhariyanto, Jumat (1/11).

Baca Juga: Industri makanan dan minuman masih mengalami pertumbuhan di kuartal III-2019

Bila dilihat secara year on year, jenis industri manufaktur yang mengalami pertumbuhan produksi tertinggi adalah industri percetakan dan reproduksi media rekaman yang naik 19,59%, industri pakaian jadi dengan kenaikan 15,29%, industri minuman naik 15,19%, industri pengolahan lainnya naik 12,52%, dan industri makanan yang naik 5,13%.

Sementara itu, bila dibandingkan dengan kuartal II-2019, produksi IBS pada kuartal III-2019 ini tumbuh sebesar 5,15% (qtq).

Jenis industri manufaktur yang mengalami pertumbuhan produksi tertinggi pada kuartal ini dibandingkan dengan kuartal sebelumnya adalah industri barang galian bukan logam yang naik 14,15%.

Baca Juga: Nilai Tambah Manufaktur & Harga Gas Alam

Ada juga kenaikan dari industri alat angkutan lainnya yang naik 11,25%, industri kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan, dan sejenisnya yang naik 11,22%, industri kendaraan bermotor, trailer, dan semi trailer yang naik 10,40% dan industri makanan yang naik 9,90%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×