kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Mantan Direktur SRD minta vonis bebas seperti Romli


Kamis, 23 Desember 2010 / 17:55 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Mantan Direktur PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD) Yohanes Waworuntu meminta kepada Mahkamah Agung (MA) untuk melepaskan dirinya dari segala tuntutan dalam kasus Sistem Administrasi Badan Hukum (sisminbakum). Permintaan ini mengacu pada putusan kasasi MA yang menyatakan lepas mantan Dirjen AHU, Romli Atmasasmita.

"Saya mau protes ke MA yang tidak agung lagi. MA harus menyatakan bebas juga buat klien saya," kata Eggi Sudjana, kuasa hukum Yohanes di gedung MA, Kamis (23/12).

Eggi berharap Yohanes dapat dilepaskan dari segala tuntutan terkait upaya hukum luar biasa peninjauan kembali (PK). "Logika hukum tidak boleh plin-plan. Harus ada kepastiannya," paparnya.

Menurutnya, kasus Sisminbakum tidak adil. Pasalnya Yohanes dihukum penjara 5 tahun serta diminta membayar kerugian negara sebanyak Rp 378 miliar. Romli mengajukan upaya kasasi lebih dulu dari pada Yohanes, namun kasasi Yohanes lebih dulu diputus. "Ini harusnya Romli lebih dulu diputus sehingga menjadi acuan," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×