kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Luhut Sebut Transisi Energi Bakal Hemat Subsidi hingga Rp 90 Triliun


Selasa, 03 September 2024 / 16:26 WIB
Luhut Sebut Transisi Energi Bakal Hemat Subsidi hingga Rp 90 Triliun
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan saat IAF 2024 di Bali.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID – NUSA DUA. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa transisi energi mampu menghemat subsidi hingga Rp 45 triliun – Rp 90 triliun per tahun yang dilakukan secara bertahap.

“Jadi, kalau kita lakukan secara bertahap dalam satu tahun ke depan, saya kira kita bisa menghemat Rp 45 sampai Rp 90 triliun setahun. Itu angka yang sangat besar kan,” ujarnya saat ditemui di Nusa Dua, Bali, Selasa (3/9).

Menurutnya dari besarnya penghematan tersebut tentunya bisa digunakan untuk kepentingan yang lebih baik lagi ke depannya.

Baca Juga: Subsidi Tepat Sasaran, 4 Juta Mobil Beli Pertalite dengan QR Code

Adapun langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk melancarkan transisi energi tersebut di antaranya menghentikan operasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya di Cilegon, Banten.Berikutnya, penerapan standar emisi karbon ke pelaku industri hingga mendorong penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

“Mobil-mobil EV, motor EV bertahap akan terus kita dorong untuk jalan, karena ini buat kepentingan kita semua dan akhirnya juga akan menghemat subsidi,” terang Luhut.

Lebih lanjut, Luhut menambahkan, bila transisi energi ini tak segera dilakukan maka polusi udara di Jakarta bakal semakin parah dan akan menimbulkan penyakit sehingga berdampak pada pengeluaran pemerintah.

“Penyakit itu dari hitungan yang kita dapat, pemerintah mengeluarkan hampir Rp 38 triliun dari BPJS dan pengobatan pribadi. Jadi, kita harus tangani semua,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×