kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Luhut Sebut Puncak Omicron Terjadi pada Februari Hingga Maret 2022


Minggu, 16 Januari 2022 / 18:05 WIB
ILUSTRASI. Warga mencuci tangan sebelum memasuki pasar tradisional di Jakarta, Minggu (2/1/2022). Luhut Sebut Puncak Omicron Terjadi pada Februari Hingga Maret 2022.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut puncak gelombang virus corona (Covid-19) varian omicron akan terjadi antara Februari hingga Maret 2022.

Hal tersebut diprediksi berdasarkam data yang dihimpun dalam perkembangan kasus di Afrika Selatan. Saat ini sejuMlah negara yang mengalami gelombang varian omicron telah menunjukkan grafik melandai.

"Puncak gelombang omicron diperkirakan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret ini," ujar Luhut saat konferensi pers usai rapat terbatas, Minggu (16/1).

Baca Juga: Kasus Covid Naik, Epidemiolog Tekankan Tingkatkan 3T

Luhut memastikan bahwa kondisi fasilitas kesehatan Indonesia siap dalam menghadapi lonjakan kasus. Meski begitu, upaya pencegahan tetap perlu menjadi fokus utama.

Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali itu menegaskan agar masyarakat tetap menegakkan protokol kesehatan. Selain itu upaya akselerasi vaksinasi juga akan dilakukan oleh pemerintah.

Luhut bilang saat ini penularan dalam negeri mengalami kenaikan hingga melebihi kasus impor. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan pencegahan penularan.

Baca Juga: IDI Instruksikan Tenaga Medis Bersiap Jika Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19

"Kasus transmisi lokal sudah lebih tinggi dari kasus transmisi yang disebabkan oleh pelaku perjalanan luar negeri," jelasnya.

Sebagai informasi, pada Sabtu (15/1) kemarin, kasus konfirmasi harian Covid-19 di Indonesia mencapai 1.054 kasus. Saat ini tambahan kasus konfirmasi turun menjadi sebanyak 855 kasus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×