Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – MADINAH. Keberadaan lima pos layanan Sektor Khusus (Seksus) Nabawi menjadi garda terdepan dalam membantu berbagai persoalan yang dihadapi jemaah saat beribadah.
Mulai dari jemaah yang tersasar, terpisah dari rombongan, lupa jalan pulang ke hotel, hingga kehilangan sandal usai salat, seluruh persoalan tersebut ditangani petugas yang siaga di titik-titik strategis sekitar masjid.
Kepala Sektor Khusus Nabawi Muhammad Thoriq mengatakan, lima pos tersebut disiapkan untuk memberikan layanan cepat bagi jemaah haji Indonesia yang membutuhkan bantuan saat berada di area Masjid Nabawi.
Baca Juga: Relaksasi KUR untuk UMKM Terdampak Bencana, Penyaluran di Aceh Capai Rp 1,01 Triliun
“di sektor khusus Nabawi kita menyediakan 5 pos untuk pelayanan jemaah haji. Yang pertama pos 1 di pintu 336 di belakang kita ini, kemudian di pintu 328, lalu di pintu 310 pos 3, kemudian di pintu 365 dan pintu 360,” ujarnya di kepada tim Media Center Haji di Madinah, Sabtu (10/5/2026).
Menurut Thoriq, petugas yang berjaga di setiap pos berasal dari berbagai unsur layanan, mulai dari perlindungan jemaah, pelayanan krisis dan pertolongan pertama, hingga layanan khusus bagi jemaah lanjut usia dan disabilitas.
Meski berasal dari tugas dan fungsi berbeda, seluruh petugas menerapkan prinsip multitasking. Artinya, siapa pun petugas yang ditemui jemaah akan memberikan bantuan tanpa membedakan jenis persoalan yang dihadapi.
“Semua petugas di pos melayani bersama-sama. Baik itu petugas perlindungan jemaah, PKP3JH (Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji), maupun petugas lansia dan disabilitas, semuanya siap membantu,” katanya.
Ia menjelaskan, persoalan yang paling sering ditemui sejauh ini adalah jemaah yang lupa jalan pulang ke hotel atau terpisah dari rombongan. Namun, seiring berjalannya operasional haji di Madinah, kasus semacam itu mulai berkurang.
Baca Juga: Badan Pemulihan Aset Kejagung Bidik Transaksi Lelang Rp 100 Miliar di BPA Fair 2026
Meski demikian, pihaknya tetap mewaspadai adanya jemaah yang nekat kembali ke Masjid Nabawi saat masa pendorongan menuju Makkah, lalu kesulitan menemukan jalan kembali.
Selain itu, persoalan sederhana seperti kehilangan sandal juga menjadi perhatian serius. Untuk mengantisipasi hal tersebut, setiap pos layanan menyediakan sandal cadangan bagi jemaah.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Petugas ingin memastikan kaki jemaah tetap terlindungi agar tidak lecet atau melepuh, sehingga kondisi fisik mereka tetap prima saat memasuki puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Kalau sampai kaki melepuh karena tidak memakai alas kaki, itu bisa mengganggu kesiapan jemaah saat Armuzna nanti,” jelasnya.
Selain itu, persoalan sederhana seperti kehilangan sandal juga menjadi perhatian serius. Untuk mengantisipasi hal tersebut, setiap pos layanan menyediakan sandal cadangan bagi jemaah.
Baca Juga: Musim Dividen dan Utang Jatuh Tempo Berpotensi Picu Capital Outflow US$ 4,2 Miliar
“Himbauan kami adalah agar para jemaah mempersiapkan diri sebaik-baiknya, jaga kesehatan, dan tidak memforsir tenaga berlebihan. Karena ibadah pokok nanti di Armuzna itu sangat membutuhkan kekuatan fisik dan kesehatan yang prima,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













