Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menggelar rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 sepanjang Juli 2026.
Pemerintah memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat kampanye koperasi sebagai pilar ekonomi nasional sekaligus mendorong minat generasi muda terhadap badan usaha koperasi.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan peringatan Harkopnas tahun ini dikemas lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Seluruh rangkaian kegiatan akan berlangsung selama satu bulan dengan melibatkan pemerintah daerah, gerakan koperasi, serta berbagai pemangku kepentingan.
Baca Juga: DPR dan Pemerintah Sepakati Postur Awal RAPBN 2027, Target Pendapatan Naik
"Kami menetapkan Juli sebagai Bulan Koperasi. Tahun ini peringatan Hari Koperasi kami lakukan lebih masif agar cita-cita besar koperasi dan keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk mengedepankan peran koperasi semakin beresonansi hingga ke seluruh pelosok Indonesia," ujar Ferry dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis (2/7).
Puncak peringatan Harkopnas dijadwalkan berlangsung pada 12 Juli 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dengan mengusung tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Jaya".
Selain itu, Kemenkop menyiapkan sejumlah agenda lain sepanjang Juli, mulai dari kegiatan di daerah yang melibatkan dinas koperasi, jalan sehat, pameran produk koperasi, hingga peresmian renovasi Gedung Kongres Koperasi Pertama di Tasikmalaya pada 24 Juli.
Menurut Ferry, peringatan Harkopnas tahun ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Pemerintah ingin menghidupkan kembali semangat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menempatkan koperasi sebagai salah satu sokoguru perekonomian nasional.
"Kami ingin mengingatkan kembali kepada masyarakat mengenai pentingnya ideologi ekonomi yang terkandung dalam Pasal 33 UUD 1945. Koperasi menjadi garda terdepan untuk menjalankan amanat tersebut," katanya.
Ia menambahkan, pemerintah juga ingin mengubah persepsi masyarakat bahwa koperasi bukan lagi badan usaha konvensional, melainkan mampu berkembang menjadi organisasi bisnis yang modern, profesional, dan memiliki daya saing.
"Kami ingin meyakinkan masyarakat bahwa koperasi sekarang bisa menjadi badan usaha yang modern, profesional, sekaligus menjadi instrumen pemerataan ekonomi yang dibutuhkan masyarakat," ujarnya.
Ferry berharap kampanye tersebut dapat menarik minat kalangan milenial dan Generasi Z untuk menjadikan koperasi sebagai salah satu pilihan dalam membangun usaha produktif.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Bambang Hariadi mengatakan kolaborasi dengan Kementerian Koperasi dalam Harkopnas 2026 menjadi momentum untuk mengembalikan koperasi sebagai bagian penting dalam sistem perekonomian nasional.
Menurutnya, selama beberapa dekade terakhir koperasi belum menjadi fokus utama pembangunan ekonomi. Karena itu, peringatan Harkopnas tahun ini diharapkan menjadi titik balik kebangkitan gerakan koperasi di Indonesia.
"Ini bukan sekadar peringatan Hari Koperasi ke-79, tetapi menjadi titik balik untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat bahwa gerakan koperasi merupakan implementasi Pasal 33 UUD 1945," kata Bambang.
Ia berharap masyarakat, khususnya generasi muda, tidak lagi memandang koperasi sebagai model usaha yang ketinggalan zaman.
"Kami ingin menunjukkan bahwa koperasi bukan sistem ekonomi kuno. Di banyak negara maju, termasuk di Eropa, koperasi justru menjadi salah satu model bisnis yang berkembang dan berkontribusi besar terhadap perekonomian," ujarnya.
Bambang menambahkan, tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Jaya" dipilih sebagai simbol upaya membangkitkan kembali peran koperasi setelah bertahun-tahun dinilai kurang mendapat perhatian.
"Dengan pemberdayaan koperasi, kami berharap koperasi kembali menjadi salah satu pilar pembangunan ekonomi nasional dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah maupun masyarakat," tutupnya.
Baca Juga: Agustus, Sistem Pembayaran Gaji ASN Kemenag Berubah, Ini Detil & Rincian Gaji PNS
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













