kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   -18.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.741   18,00   0,10%
  • IDX 6.406   -95,98   -1,48%
  • KOMPAS100 833   -14,48   -1,71%
  • LQ45 633   -9,40   -1,46%
  • ISSI 225   -3,43   -1,50%
  • IDX30 354   -4,60   -1,28%
  • IDXHIDIV20 432   -4,21   -0,97%
  • IDX80 95   -1,63   -1,69%
  • IDXV30 120   -1,45   -1,19%
  • IDXQ30 113   -1,10   -0,97%

Layanan Kesehatan Pascagempa Flores Masih Terganggu, 19 Puskesmas Belum Beroperasi


Rabu, 26 Agustus 2026 / 17:06 WIB
Layanan Kesehatan Pascagempa Flores Masih Terganggu, 19 Puskesmas Belum Beroperasi
ILUSTRASI. Pemulihan layanan kesehatan di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menghadapi kendala setelah gempa bumi (ANTARA FOTO/GECIO VIANA)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemulihan layanan kesehatan di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menghadapi kendala setelah gempa bumi dan tsunami yang melanda pada 15 Agustus 2026. Kerusakan fasilitas kesehatan membuat sebagian puskesmas belum dapat memberikan pelayanan secara normal kepada masyarakat terdampak.

Mengutip keterangan resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Rabu (26/8/2026), dari 169 puskesmas yang berada di tujuh kabupaten terdampak, sebanyak 19 puskesmas masih belum beroperasi. Sebanyak 49 puskesmas lainnya baru beroperasi sebagian, sedangkan 101 puskesmas telah kembali beroperasi penuh.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari kerusakan fasilitas kesehatan akibat bencana. Kemenkes mencatat sebanyak 38 puskesmas mengalami kerusakan berat, 52 puskesmas rusak sedang, dan 28 puskesmas mengalami kerusakan ringan.

Tidak hanya puskesmas, tiga rumah sakit juga dilaporkan mengalami kerusakan berat. Akibatnya, sejumlah pelayanan rumah sakit harus dialihkan ke luar gedung, selasar, hingga rumah sakit lapangan agar kebutuhan medis masyarakat tetap dapat dipenuhi.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada Presiden Prabowo Subianto, bencana gempa dan tsunami tersebut menyebabkan 105 orang meninggal dunia dan 1.678 orang mengalami luka-luka.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Alasan Baru Datang ke NTT: Tak Mau Ganggu Penanganan Gempa

Untuk menunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak, BNPB telah memasang 122 tenda di depan puskesmas. Pemerintah juga mengoperasikan rumah sakit lapangan di Ruteng dan Aeramo sebagai bagian dari upaya memastikan layanan medis tetap tersedia di tengah kondisi darurat.

Keluhan ISPA Dominasi Pengungsian

Kebutuhan layanan kesehatan di lokasi pengungsian masih cukup tinggi. Berdasarkan pencatatan Kemenkes selama periode 15-25 Agustus 2026, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan batuk menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan, dengan total 9.668 kasus.

Selain ISPA dan batuk, terdapat 4.686 kasus hipertensi, 1.017 kasus myalgia, 662 kasus trauma, serta 627 kasus diare atau gastroenteritis akut (GEA).

Kemenkes juga mencatat 35 kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) yang ditemukan di wilayah Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur.

Berbagai kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap pelayanan medis masih tinggi, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di pengungsian dan wilayah yang fasilitas kesehatannya belum kembali beroperasi secara penuh.

Baca Juga: Layanan Kesehatan Nagekeo, NTT Masih Berjalan Darurat Pascagempa

Ratusan Tenaga Kesehatan Dikerahkan

Untuk memperkuat penanganan kesehatan pascabencana, Kemenkes telah memobilisasi 207 tenaga cadangan kesehatan (TCK) ke sejumlah wilayah terdampak.

Secara keseluruhan, sebanyak 392 tenaga kesehatan dari berbagai unsur telah terdaftar untuk mendukung penanganan dampak bencana di Flores.

Selain pengerahan tenaga kesehatan, dukungan logistik juga terus dilakukan. Bantuan tersebut meliputi tenda rumah sakit lapangan, emergency kit, oksigen konsentrator, obat-obatan, hingga 1.500 ampul Anti Tetanus Serum (ATS).

Pemerintah masih melanjutkan penguatan layanan kesehatan darurat sekaligus melakukan pemulihan terhadap fasilitas kesehatan yang rusak akibat gempa dan tsunami di sejumlah wilayah NTT. Upaya tersebut dilakukan agar pelayanan medis kepada masyarakat terdampak dapat kembali berjalan secara bertahap dan normal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×