Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Layanan kesehatan di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berlangsung secara darurat setelah gempa bumi melanda wilayah Flores.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sejumlah fasilitas kesehatan di Nagekeo mengalami kerusakan. Salah satunya RSUD Aeramo yang mengalami kerusakan berat sehingga layanan kesehatan dialihkan ke luar gedung dan rumah sakit lapangan.
Bupati Nagekeo Simplisius Donatus mengatakan aktivitas pelayanan masyarakat, termasuk kesehatan, masih dilakukan menggunakan tenda.
“Pelayanan kesehatan dan persekolahan saat ini dilakukan secara darurat di dalam tenda,” ujar Simplisius dalam rapat koordinasi penanganan bencana yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga: BNBP Catat Gempa di NTT Sudah Capai 7.259 Kali Sejak 15 Agustus 2026
Berdasarkan data Situation Report Kemenkes per 25 Agustus 2026, sebanyak 13 orang meninggal dunia akibat gempa di Nagekeo. Sementara itu, 33 orang mengalami luka berat dan menjalani rawat inap, serta 119 orang mengalami luka ringan dan menjalani rawat jalan.
Jumlah pengungsi di Nagekeo mencapai 50.358 orang yang tersebar di 70 titik pengungsian. Adapun populasi terdampak gempa mencapai 170.669 orang.
Di RSUD Aeramo, layanan instalasi gawat darurat (IGD), ICU, kamar operasi, rawat jalan, rawat inap, dan laboratorium tetap berjalan di luar gedung. Namun, kebutuhan alat kesehatan, bahan medis habis pakai (BMHP), dan internet masih terbatas.
Kondisi serupa terjadi di RS Pratama Raja Nagekeo. Layanan IGD, rawat jalan, dan rawat inap dilakukan di luar gedung. Ketersediaan alat kesehatan dan bahan bakar genset juga masih terbatas.
Baca Juga: Prabowo Kunjungi NTT Hari Ini (26/8/2026), Cek Langsung Penanganan Gempa
Untuk memperkuat layanan kesehatan, sebanyak 34 tenaga kesehatan relawan telah tiba dan bertugas di Nagekeo. Tim tersebut terdiri dari 32 dokter umum, satu dokter spesialis penyakit dalam, dan satu dokter spesialis anak.
Selain tenaga kesehatan, Kemenkes telah mendirikan lima tenda rumah sakit lapangan di RSUD Aeramo. Bantuan kesehatan juga mencakup emergency kit, masker, sarung tangan, serum antitetanus, serta obat dan bahan medis habis pakai.
Pemerintah terus memperkuat layanan kesehatan darurat sambil mempersiapkan pemulihan fasilitas kesehatan yang terdampak gempa.
Baca Juga: NTT Terima 3,6 Ton Rendang dan 2,5 Ton Obat untuk Korban Gempa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














