kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Lagi, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global jadi 3%


Rabu, 16 Oktober 2019 / 10:55 WIB

Lagi, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global jadi 3%
ILUSTRASI. Containers are seen at a port in Huaian, Jiangsu province, China May 5, 2019. Picture taken May 5, 2019. REUTERS/Stringer ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. CHINA OUT.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Moneter Internasional alias International Monetary Fund (IMF) semakin pesimis terhadap laju pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun ini. 

Untuk keempat kalinya dalam tahun ini, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Dalam laporan World Economic Outlook (WEO) October 2019, IMF memperkirakan ekonomi global hanya akan tumbuh 3% pada akhir 2019, lebih rendah dari proyeksi Juli lalu yaitu 3,2%. 

Dalam laporan itu, Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath menjelaskan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3% merupakan yang terendah sejak masa krisis finansial pada 2008-2009 lalu. 

“Setelah melambat dengan tajam pada tiga kuartal terakhir 2018, laju aktivitas ekonomi global tetap lemah. Momentum aktivitas manufaktur khususnya, melemah secara signifikan ke level yang belum pernah terlihat lagi sejak krisis finansial global,” ujar IMF dalam laporan yang dikutip Kontan.co.id, Rabu (16/10). 

Baca Juga: Berharap Indonesia bisa tingkatkan jumlah pekerja asing untuk tumbuhkan ekonomi

Meningkatnya ketegangan dagang dan geopolitik menyebabkan masa depan perdagangan dunia dan kerjasama internasional semakin tidak pasti. IMF menilai, ini menyebabkan keyakinan bisnis, keputusan investasi, dan perdagangan global semakin tertekan. 

Selain itu, perlambatan juga disebabkan oleh tekanan makroekonomi di beberapa negara pasar berkembang (emerging markets), serta faktor struktural seperti pertumbuhan produktivitas yang rendah dan demografi yang menua di negara maju.

IMF mengatakan, kebijakan moneter yang akomodatif di berbagai negara maju maupun emerging markets saat ini menopang prospek perekonomian. Rendahnya tekanan inflasi membuat banyak bank sentral mampu mengantisipasi risiko penurunan pertumbuhan ekonomi yang lebih dalam dan mampu mendukung kondisi keuangan. 

“Dalam penilaian kami, pertumbuhan ekonomi global bisa jadi lebih rendah lagi 0,5% pada 2019 dan 2020 tanpa adanya stimulus moneter,” ujar Gita. 

Baca Juga: Waduh, ekonomi China diramal akan melambat ke 6,2% di 2019 dan 5,9% di 2020

Tahun 2020, IMF memproyeksi ekonomi global tumbuh lebih baik yaitu 3,4%. Namun tetap saja, proyeksi tersebut turun 0,1% dari sebelumnya pada Juli lalu. 

Pertumbuhan ekonomi kelompok negara maju diprediksi tetap lambat pada level 1,7% tahun depan. Sementara, pertumbuhan kelompok emerging markets meningkat lebih tinggi yaitu 4,6% di 2020. 

Sebagian besar pendorong pertumbuhan ekonomi emerging markets tahun depan adalah pemulihan ekonomi di sejumlah negara seperti Turki, Argentina dan Iran. Juga membaiknya ekonomi di negara seperti Brasil, Meksiko, India, Rusia, dan Arab Saudi yang pertumbuhannya telah melambat signifikan pada tahun ini. 

Untuk mencegah perlambatan ekonomi yang lebih parah, IMF menyarankan kebijakan yang secara tegas bertujuan meredakan ketegangan perdagangan serta menghidupkan kembali kerja sama multilateral. 

Baca Juga: Mengekor pelonggaran moneter global, Korea Selatan gunting suku bunga acuan

Kebijakan juga harus mampu mendukung kegiatan perekonomian saat diperlukan. Untuk memperkuat ketahanan, pembuat kebijakan harus mengantisipasi kerentanan finansial yang berisiko terhadap pertumbuhan dalam jangka menengah. 

Pemerintah juga harus membuat kebijakan yang mendorong pertumbuhan lebih inklusif. Inklusivitas tersebut dinilai penting untuk mengamankan prospek ekonomi yang lebih baik secara menyeluruh dan harus menjadi tujuan utama setiap negara.


Reporter: Grace Olivia
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan


×