kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Kurs rupiah mencapai Rp 14.300 per dollar AS, ini kata Sri Mulyani


Kamis, 28 Juni 2018 / 14:17 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Beri Keterangan


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamis (28/6), rupiah melemah cukup dalam setelah dollar Amerika Serikat kembali menguat. Bahkan, siang ini, rupiah sudah bertengger di level 14.328 per dollar AS, sementara kemarin tak sampai Rp 14.200 per dollar AS. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah tersebut disebabkan oleh faktor eksternal maupun internal. Menurutnya, pemerintah akan terus mengontrol faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan kurs rupiah tersebut.

Dari sisi internal, maksud Menkeu, yaitu yang berhubungan dengan seluruh framework kebijakan makro, baik dari sisi fiskal, moneter, hingga neraca pembayaran.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan mengontrol dari sisi fiskal, terutama menjaga defisit anggaran, penerimaan negara, belanja negara yang sesuai rencana, dan jadwal penerbitan surat utang negara.

"Agar apa yang disebut kerawanan itu bisa tetap ditekan," kata Sri Mulyani di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan (Kemkeu), Kamis (28/6).

Sementara faktor penggerak kurs rupiah yang berasal dari eksternal, terutama yang bersifat relatif seperti perubahan kebijakan pemerintahan Amerika Serikat (AS), penguatan dollar, hingga pergerakan arus modal asing perlu dimitigasi. "Kalau menghilangkan sama sekali tidak mungkin," tambah dia.

Meski demikian lanjut Sri Mulyani, selama pergerakan kurs rupiah masih mencerminkan fundamental dan tidak mengubah kekuatan ekonomi atau tidak bergerak jauh dari faktor pisitifnya, maka, "Kami melihat itu sebagai suatu penyesuaian yang normal," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×