kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kunjungan turis turun, okupansi hotel justru naik


Kamis, 01 Maret 2018 / 18:18 WIB
Kunjungan turis turun, okupansi hotel justru naik
ILUSTRASI. Gunung Agung Bali meletus

Berita Terkait

Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) Januari 2018 turun 6,17% year on year (YoY), tingkat penghunian kamar atau okupansi hotel klasifikasi bintang di Indonesia justru naik 1,25 poin.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat okupansi hotel klasifikasi bintang pada Januari 2018 rata-rata mencapai 51,91%, sementara di Januari 2017 hanya 50,66%.


Data BPS menujukan bahwa okupansi tertinggi terjadi di Provinsi DKI Jakarta yang sebesar 64,74%. Kemudian, diikuti oleh Provinsi Sulawesi Utara sebesar 60,24% dan Bengkulu 57,98%.

"Sedangkan tingkat penghunian kamar terendah tercatat di Provinsi Maluku yang sebesar 26,75%," terang BPS dalam keterangannya yang dikutip dari situs resminya, Kamis (1/3).

Sementara itu, kenaikan okupansi Januari 2018 dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya, disebabkan oleh kenaikan okupansi di sejumlah provinsi.

Tertinggi, terjadi pada Provinsi Sulawesi Selatan yang naik 16,68 poin, diikuti Sumatera Selatan 12,11 poin, dan Sulawesi Selatan 8,2 poin.

Meski begitu, ada pula penurunan tingkat okupansi di sejumlah provinsi, seperti di Riau sebesar 13,71 poin.

Meski naik dibanding Januari 2017, tingkat okupansi tersebut masih lebih rendah 7,62 poin dibanding okupansi hotel klasifikasi bintang di Desember 2017 yang rata-rata mencapai 59,53%.

Tak hanya kenaikan tingkat hunian kamar, BPS juga mencatat bahwa rata-rata lama menginap tamu asing dan lokal juga naik 0,08 poin, yaitu mencapai 2,02 hari selama Januari 2018.

Di Januari 2017, rata-rata lama menginap tamu hanya 1,94%. Dibanding Desember 2017, rata-rata lama menginap tamu juga naik 0,3 poin.


Tag

Video Pilihan

TERBARU

×