kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

KSSK Pastikan Gejolak Pasar Keuangan Tak Ganggu Fundamental Ekonomi RI


Selasa, 03 November 2026 / 20:05 WIB
KSSK Pastikan Gejolak Pasar Keuangan Tak Ganggu Fundamental Ekonomi RI
ILUSTRASI. KSSK memastikan gejolak pasar keuangan yang terjadi belakangan ini tidak akan mengganggu perekonomian domestik maupun pertumbuhan ekonomi (KONTAN/nurtiandriyani simamora)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan gejolak pasar keuangan yang terjadi belakangan ini tidak akan mengganggu perekonomian domestik maupun pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ketua KSSK yang juga Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan di pasar keuangan. Selain itu, koordinasi dan sinergi kebijakan antarotoritas terus diperkuat guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Untuk diketahui, gejolak pasar keuangan domestik paling dalam terjadi di pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir kuartal III-2026 ditutup di level 6.071,14 atau menguat 7,58% secara kuartalan (quarter on quarter/QoQ).

Baca Juga: Perluasan SPP-TDLN Belum Banyak Tambah Penerimaan 2026, Ini Alasannya

Namun, IHSG kemudian mengalami tekanan menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 16 Oktober 2026. Sentimen tersebut membuat IHSG anjlok 11,57% ke level 5.185,11. Pelemahan berlanjut hingga Selasa (3/11/2026), dengan IHSG ditutup di level 4.904,29.

Tekanan juga terlihat di pasar surat utang. Premi risiko atau Credit Default Swap (CDS) Indonesia meningkat, dengan tenor lima tahun mencapai 105,07 dan tenor 10 tahun sebesar 155,43. Seiring peningkatan risiko tersebut, investor meminta imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) lebih tinggi, yang saat ini berada di kisaran 7,7%-7,8% untuk tenor 10 tahun.

Suahasil menegaskan, empat otoritas yang tergabung dalam KSSK, yakni Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), terus bekerja sama untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

"Saya ingin menegaskan di sini, KSSK, kami, empat lembaga, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Dewan Komisioner OJK dan Dewan Komisioner LPS, itu bekerja sama menjaga stabilitas sistem keuangan dengan seluruh perangkat yang telah disampaikan, dituliskan di dalam undang-undang," ujar Suahasil dalam konferensi pers rapat berkala KSSK Kuartal IV-2026 di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Ia menjelaskan, koordinasi antarotoritas dilakukan secara rutin, baik melalui rapat pimpinan KSSK setiap bulan maupun rapat berkala yang melibatkan jajaran staf masing-masing lembaga. Koordinasi juga dilakukan secara bilateral untuk memastikan respons kebijakan berjalan selaras.

Menurut Suahasil, terdapat empat pilar utama yang menjadi landasan KSSK dalam menjaga ketahanan sistem keuangan Indonesia.

Baca Juga: Kapolri Rotasi 264 Perwira Tinggi dan Perwira Menengah, Sejumlah Kapolres Dimutasi

Pertama, melalui kebijakan fiskal, pemerintah berkomitmen menjaga disiplin anggaran dengan mempertahankan defisit APBN di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB). Pemerintah juga mengoptimalkan belanja negara untuk menopang daya beli masyarakat dan melindungi masyarakat dari dampak gejolak global.

Salah satunya melalui kebijakan subsidi dan kompensasi agar kenaikan harga sejumlah komoditas tidak langsung membebani daya beli masyarakat.

Kedua, BI berperan menjaga stabilitas moneter sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi. Upaya tersebut dilakukan melalui pengendalian inflasi, stabilisasi nilai tukar rupiah, serta penguatan instrumen kebijakan seperti lindung nilai (hedging), pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing, serta pengaturan giro wajib minimum (GWM).

Ketiga, OJK menjaga ketahanan sektor jasa keuangan melalui pengaturan dan pengawasan terhadap lembaga jasa keuangan, sekaligus mencermati perkembangan dan stabilitas pasar keuangan.

Keempat, LPS menjalankan fungsi penjaminan simpanan nasabah serta melakukan resolusi bank secara efektif dan efisien untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan.

Baca Juga: Danantara Targetkan Groundbreaking Kampung Haji di Makkah pada Desember 2026

"Inilah caranya bagaimana KSSK memastikan ketahanan sistem atau ketahanan stabilitas sistem keuangan di Indonesia. Tentu kami terus akan bekerja bersama," ujar Suahasil. 

"Kami ingin menegaskan sekali lagi KSSK akan terus berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dan sinergi kebijakanmenjaga fundamental ekonomi dan ketahanan sistem keuangan nasional," tegasnya lagi.

KSSK Proyeksikan Ekonomi RI Tetap Kuat Hingga Akhir Tahun 5,4%-5,5%

Di tengah tekanan global, KSSK menilai perekonomian domestik masih menunjukkan ketahanan. Pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 diperkirakan tetap kuat, ditopang oleh permintaan domestik dan kinerja ekspor yang positif.

Konsumsi rumah tangga ditopang oleh berbagai stimulus fiskal pemerintah, sementara investasi diperkirakan tumbuh kuat seiring berlanjutnya proyek hilirisasi dan pembangunan infrastruktur dalam program prioritas pemerintah.

Konsumsi pemerintah juga didukung oleh percepatan belanja negara dan penyaluran bantuan sosial. Dari sisi eksternal, kinerja ekspor nonmigas meningkat seiring momentum kenaikan harga dan permintaan komoditas ekspor.

Suahasil menyebut sejumlah indikator ekonomi turut menunjukkan perkembangan positif. Penjualan mobil dan sepeda motor pada September 2026 masing-masing tumbuh 28,1% dan 15,4% secara tahunan (year on year/YoY). Sementara itu, indeks manajer pembelian (Purchasing Managers' Index/PMI) manufaktur Indonesia meningkat dari level 52 pada September menjadi 54 pada Oktober 2026.

Baca Juga: Bukan Pajak Transfer Bank, Ini Kebijakan yang Berlaku pada 9 November

"Dengan perkembangan tersebut ekonomi Indonesia di tahun 2026 diprakirakan tumbuh di sekitar 5,4%-5,5% year on year," ujar Suahasil.

Suahasil menambahkan, KSSK akan terus mencermati perkembangan ekonomi dan sektor keuangan serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mengantisipasi rambatan risiko global.

KSSK juga berkomitmen menjaga fundamental ekonomi dan ketahanan sistem keuangan nasional, sekaligus mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Adapun rapat berkala KSSK selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada Januari 2027.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×