Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus mematangkan rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi. Proyek yang dikelola Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tersebut ditargetkan memasuki tahap konstruksi atau groundbreaking pada Desember 2026.
Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan, persiapan pembangunan Kampung Haji terus berjalan. Rencana tersebut juga secara berkala dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Rencananya ini (Kampung Haji) bisa di groundbreaking di Desember,” kata Rosan saat ditemui di Istana Kepresidenan, Selasa (3/11/2026).
Rosan menambahkan, dalam waktu dekat Danantara akan menerima kedatangan arsitek yang ditugaskan untuk merancang pembangunan Kampung Haji di Makkah. Arsitek tersebut dijadwalkan datang ke Indonesia untuk memaparkan konsep pembangunan secara menyeluruh.
Baca Juga: Bukan Pajak Transfer Bank, Ini Kebijakan yang Berlaku pada 9 November
“Dan juga saya update terkait ditanya untuk pembangunan di arab saudi itu juga nanti mau dari arsiteknya mau datang ke indo untuk memaparkan secara komprehensif,” urai Rosan.
Sebelumnya, Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa pemerintah melalui Danantara akan segera memulai pembangunan tiga tower hunian setelah proses pembebasan lahan Kompleks Haji Indonesia di kawasan Jabal Hindawiyah, dekat Masjidil Haram, Arab Saudi.
Ketiga tower tersebut dirancang untuk menampung sekitar 1.600 orang. Pemerintah berencana memanfaatkan fasilitas hunian itu pada musim haji 2027.
Kawasan Kampung Haji berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Adapun lahan yang disiapkan memiliki luas 54 hektare dan saat ini masih dalam proses pembebasan, dari total kebutuhan lahan yang ditargetkan mencapai 84 hektare.
Baca Juga: Barantin Buka Peluang Ekspor bagi Purna Pekerja Migran Indonesia
“Sudah 40 tahun kita bermimpi punya Kampung Haji. Sekarang mulai direalisasikan,” kata Muhadjir dikutip dari Kompas, Kamis (30/4/2026).
Selain pembangunan tower hunian, pemerintah juga merencanakan pembangunan terowongan sebagai akses khusus bagi jemaah menuju kawasan tersebut. Infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah selama beraktivitas.
“Lokasinya sangat dekat, nanti akan ada akses khusus, seperti tunnel (terowongan) agar jemaah tidak terganggu lalu lalang kendaraan dan jamaah lain," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














