kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

KPK tangkap pria keempat oknum pajak


Rabu, 10 April 2013 / 08:45 WIB
ILUSTRASI. Supaya tak bertambah parah, cobalah untuk segera mempraktikkan cara mengobati mata bengkak.


Reporter: RR Putri Werdiningsih |

JAKARTA. Paska melakukan pengejaran selama beberapa jam, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dini hari tadi (10/4) akhirnya menangkap pria keempat, kelanjutan dari operasi tangkap tangan pegawai pajak. Pria tersebut ditangkap petugas di kawasan Bandung, Jawa Barat.

“Iya semalam dini hari menjelang jam 1 tertangkap,” kata juru bicara KPK Johan Budi ketika dikonfirmasi Kontan, Rabu (10/4).

Menurutnya pria keempat yang ditangkap itu memang pihak yang diburu penyidik setelah menangkap pegawai pajak. Hanya saja Johan belum dapat membeberkan mengenai identitas dan peran yang bersangkutan.

Berdasarkan penelusuran Kontan, diketahui pria yang ditangkap di Bandung tersebut merupakan anak buah dari wajib pajak berinisial AH yang sudah ditangkap lebih dulu oleh KPK. Ia bertindak sebagai manager dari perusahaan yang dimiliki AH.

Dengan demikian total sudah 4 pria tertangkap terkait pengurusan pajak. Hingga kini mereka masih menjalani pemeriksaan di kantor KPK. Paling lambat hari ini status hukum keempatnya akan diputuskan.

Seperti diketahui kemarin (9/4) sore, KPK telah menangkap 3 orang di Stasiun Gambir dan sebuah rumah di kawasan Depok, Jawa Barat. Seorang pegawai pajak berinisial PR dan swasta berinisial RT tertangkap di Stasiun Gambir saat tengah melakukan serah terima sejumlah uang. Sedangkan seorang wajib pajak berinisial AH ditangkap di rumah sekaligus perusahaannya di Jl Tole Iskandar Depok. Ketiganya diduga terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengurusan pajak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×