kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

KPK tangkap pria keempat oknum pajak


Rabu, 10 April 2013 / 08:45 WIB
ILUSTRASI. Supaya tak bertambah parah, cobalah untuk segera mempraktikkan cara mengobati mata bengkak.


Reporter: RR Putri Werdiningsih |

JAKARTA. Paska melakukan pengejaran selama beberapa jam, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dini hari tadi (10/4) akhirnya menangkap pria keempat, kelanjutan dari operasi tangkap tangan pegawai pajak. Pria tersebut ditangkap petugas di kawasan Bandung, Jawa Barat.

“Iya semalam dini hari menjelang jam 1 tertangkap,” kata juru bicara KPK Johan Budi ketika dikonfirmasi Kontan, Rabu (10/4).

Menurutnya pria keempat yang ditangkap itu memang pihak yang diburu penyidik setelah menangkap pegawai pajak. Hanya saja Johan belum dapat membeberkan mengenai identitas dan peran yang bersangkutan.

Berdasarkan penelusuran Kontan, diketahui pria yang ditangkap di Bandung tersebut merupakan anak buah dari wajib pajak berinisial AH yang sudah ditangkap lebih dulu oleh KPK. Ia bertindak sebagai manager dari perusahaan yang dimiliki AH.

Dengan demikian total sudah 4 pria tertangkap terkait pengurusan pajak. Hingga kini mereka masih menjalani pemeriksaan di kantor KPK. Paling lambat hari ini status hukum keempatnya akan diputuskan.

Seperti diketahui kemarin (9/4) sore, KPK telah menangkap 3 orang di Stasiun Gambir dan sebuah rumah di kawasan Depok, Jawa Barat. Seorang pegawai pajak berinisial PR dan swasta berinisial RT tertangkap di Stasiun Gambir saat tengah melakukan serah terima sejumlah uang. Sedangkan seorang wajib pajak berinisial AH ditangkap di rumah sekaligus perusahaannya di Jl Tole Iskandar Depok. Ketiganya diduga terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengurusan pajak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×