kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Ada perlawanan saat penangkapan oknum pajak


Selasa, 09 April 2013 / 23:13 WIB
ILUSTRASI. Pasangan suami istri


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Amal Ihsan

JAKARTA. Penangkapan yang dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak ruanya tidak berjalan lancar. Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi SP, terjadi perlawanan saat penyidik KPK hendak melakukan penangkapan di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. 

 “Tadi yang satu di Gambir kurang kooperatif. Yang kurang kooperatif itu RT,” kata Johan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/4). Cuma, Johan tidak menjelaskan detail upaya perlawanan yang dilakukan oleh RT.

Yang jelas, karena melawan, penyidik terpaksa memborgol yang bersangkutan. Berdasarkan pantauan di lapangan, RT yang tiba pertama kali di kantor KPK terlihat mengenakan borgol dan dikawal penyidik.

Seperti diketahui, RT dan seorang oknum penyidik Pegawai Negeri Sipil (PNS) Ditjen Pajak berinisial PR ditangkap penyidik KPK di lorong selatan Stasiun Gambir. Keduanya tertangkap saat melakukan serah terima sejumlah uang.

Tak hanya itu, KPK juga turut menangkap wajib pajak berinisial AH dari kediamannya di Depok. Sejauh ini, pihak KPK menduga terjadi upaya pemerasan yang dilakukan oknum pegawai pajak terhadap seorang wajib pajak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×