CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Ada perlawanan saat penangkapan oknum pajak


Selasa, 09 April 2013 / 23:13 WIB
ILUSTRASI. Pasangan suami istri


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Amal Ihsan

JAKARTA. Penangkapan yang dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak ruanya tidak berjalan lancar. Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi SP, terjadi perlawanan saat penyidik KPK hendak melakukan penangkapan di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. 

 “Tadi yang satu di Gambir kurang kooperatif. Yang kurang kooperatif itu RT,” kata Johan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/4). Cuma, Johan tidak menjelaskan detail upaya perlawanan yang dilakukan oleh RT.

Yang jelas, karena melawan, penyidik terpaksa memborgol yang bersangkutan. Berdasarkan pantauan di lapangan, RT yang tiba pertama kali di kantor KPK terlihat mengenakan borgol dan dikawal penyidik.

Seperti diketahui, RT dan seorang oknum penyidik Pegawai Negeri Sipil (PNS) Ditjen Pajak berinisial PR ditangkap penyidik KPK di lorong selatan Stasiun Gambir. Keduanya tertangkap saat melakukan serah terima sejumlah uang.

Tak hanya itu, KPK juga turut menangkap wajib pajak berinisial AH dari kediamannya di Depok. Sejauh ini, pihak KPK menduga terjadi upaya pemerasan yang dilakukan oknum pegawai pajak terhadap seorang wajib pajak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×