kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.067   -10,00   -0,06%
  • IDX 5.625   -214,84   -3,68%
  • KOMPAS100 743   -28,90   -3,75%
  • LQ45 561   -19,51   -3,36%
  • ISSI 196   -6,97   -3,43%
  • IDX30 318   -10,27   -3,13%
  • IDXHIDIV20 394   -12,61   -3,10%
  • IDX80 85   -2,82   -3,23%
  • IDXV30 108   -3,82   -3,43%
  • IDXQ30 103   -3,28   -3,09%

KPK mulai usut obligor penerima SKL BLBI


Rabu, 08 Mei 2013 / 11:32 WIB
Promo KFC terbaru di November 2021, bento sambal nusantara hanya Rp 19.000-an saja.


Reporter: RR Putri Werdiningsih |

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyelidiki kasus penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) terhadap beberapa obligor penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Menurut juru bicara KPK Johan Budi, pihaknya kini sudah mulai meminta keterangan beberapa obligor tersebut. 

"Sekarang ini kan KPK sedang melakukan penyelidikan terkait SKL ke obligor," kata Johan dalam pesan singkatnya, Rabu (8/5).

Sayangnya saat ditanya lebih lanjut siapa saja obligor yang sudah dimintai keterangannya itu, Johan enggan untuk menjelaskannya. Ia hanya mengatakan beberapa menteri koordinator bidang perekonomian pernah hadir untuk memberikan keterangan terkait persoalan BLBI tersebut. Kata dia, diantaranya adalah Kwik Kian Gie (1999-2000), Rizal Ramli (2000-2001) dan Dorodjatun Kuntjoro Jakti (2001-2004).

"Statusnya masih dimintai keterangan penyelidikan terkait SKL," imbuhnya.

Seperti diketahui, SKL dikeluarkan saat pemerintahan Presiden Megawati Soekarno Putri. Setelah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 tahun 2002 yang memberikan jaminan kepastian hukum kepada obligor yang bersikap kooperatif, Megawati kemudian menerbitkan Surat Keterangan Lunas (SKL) yang berisi release and discharge pada 22 obligor.

Akibat pemberian release and discharge, debitur dan obligor BLBI yang dianggap telah menyelesaikan kewajibannya dan dibebaskan dari aspek pidana, baik dalam tahap penyelidikan, penyidikan dan atau penuntutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×