kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

KPK hadirkan pejabat pajak di sidang Handang


Rabu, 17 Mei 2017 / 15:22 WIB


Reporter: Teodosius Domina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Hari ini (17/5), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil beberapa pejabat kantor pajak. Di antaranya Muhammad Haniv, Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus dan Jhony Sirait yang pada saat terjadinya kasus menjabat sebagai Kepala Kantor KPP PMA 6 Kalibata.

Ketika ditanyai soal identitas oleh ketua majelis hakim, Franky Tambuwun, Jhony sempat berceletuk karena perkara ini ia dimutasi oleh pimpinan.

"Dengan adanya kejadian ini saya dimutasi, Yang Mulia, sekarang di KPP PMA Siantar," tutur Jhony.

Selain itu, KPK juga menghadirkan Soniman Budi Raharjo dan Munafri, anak buah Jhony sewaktu di Kantor Pajak PMA 6 Kalibata.

Dalam persidangan sebelumnya, nama Haniv memang pernah disebut. Terpidana penyuap Handang, Ramapanicker Rajamohanan Nair mengatakan janji pemberian sebanyak Rp 6 miliar ditujukan pula untuk Haniv.

Haniv membantah tudingan itu. "Nama saya cuma dicatut," tuturnya kepada Kontan waktu itu.

Sementara peran Jhony ialah pintu masuk terhadap beberapa perkara masalah pajak. Jhony menyatakan bahwa perusahaan Rajamohanan, PT EK Prima Ekspor Indonesia, punya tagihan pajak dan dinyatakan tidak bisa mendapat restitusi lebih bayar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×