kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

KP3 Tak Bekerja Maksimal, Pupuk Menjadi Langka


Senin, 15 Februari 2010 / 09:44 WIB
KP3 Tak Bekerja Maksimal, Pupuk Menjadi Langka


Sumber: KONTAN | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) menemukan bahwa salah satu yang menyebabkan kelangkaan pupuk bersubsidi adalah Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) tidak bekerja secara maksimal. Bahkan, keberadaan komisi yang beranggotakan Kepolisian, Kejaksaan, dan pemerintah di tingkat daerah ini, malah membuat peredaran pupuk di masyarakat tidak efisien.

Itu sebabnya, Menteri Pertanian Suswono meminta supaya ada revitalisasi dan penguatan fungsi di tubuh KP3. Dengan begitu, distribusi pupuk bisa benar-benar tepat sasaran. "Semoga dengan penguatan itu, tidak akan ada lagi keluhan kelangkaan atau harga pupuk yang naik terlalu tinggi," katanya, akhir pekan lalu.

Untungnya sistem distribusi tertutup yang telah dilakukan pemerintah pusat dengan penerapan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) terbukti menekan angka kebocoran distribusi pupuk di masyarakat. "Tingkat kebocoran relatif kecil," ujar Suswono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×