kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

KP3 Tak Bekerja Maksimal, Pupuk Menjadi Langka


Senin, 15 Februari 2010 / 09:44 WIB


Sumber: KONTAN | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) menemukan bahwa salah satu yang menyebabkan kelangkaan pupuk bersubsidi adalah Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) tidak bekerja secara maksimal. Bahkan, keberadaan komisi yang beranggotakan Kepolisian, Kejaksaan, dan pemerintah di tingkat daerah ini, malah membuat peredaran pupuk di masyarakat tidak efisien.

Itu sebabnya, Menteri Pertanian Suswono meminta supaya ada revitalisasi dan penguatan fungsi di tubuh KP3. Dengan begitu, distribusi pupuk bisa benar-benar tepat sasaran. "Semoga dengan penguatan itu, tidak akan ada lagi keluhan kelangkaan atau harga pupuk yang naik terlalu tinggi," katanya, akhir pekan lalu.

Untungnya sistem distribusi tertutup yang telah dilakukan pemerintah pusat dengan penerapan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) terbukti menekan angka kebocoran distribusi pupuk di masyarakat. "Tingkat kebocoran relatif kecil," ujar Suswono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×