kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.488.000   -16.000   -0,64%
  • USD/IDR 16.740   33,00   0,20%
  • IDX 8.748   101,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.205   11,60   0,97%
  • LQ45 852   5,43   0,64%
  • ISSI 315   6,02   1,95%
  • IDX30 439   1,60   0,37%
  • IDXHIDIV20 511   1,24   0,24%
  • IDX80 134   1,29   0,97%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,22   0,15%

Korupsi di Sumut, KPK incar pejabat daerah lain


Kamis, 05 November 2015 / 13:36 WIB
Korupsi di Sumut, KPK incar pejabat daerah lain


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal mengembangkan kasus dugaan suap dan korupsi di wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Menurut KPK, kasus tersebut tak akan berhenti di Gubernur non aktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho beserta istrinya Evy Susanti.

Diperkirakan, kini KPK melirik Wakil Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi.

Erry diduga terkait kasus suap DPRD Sumut.

Ini berdasarkan hasil kesaksian istri Erry, Evi Diana dalam persidangan di Pengadilan Tipikor.

Evi mengaku menerima uang dari Gatot.

Berdasarkan penjelasannya, penerimaan uang tersebut tidak berhubungan dengan pengajuan hak interpelasi, melainkan dengan pengesahan APBD 2014 milik Pemprov Sumut. 

Namun, Erry mengaku bila uang tersebut telah dikembalikan keoada pihak yang berwenang.

Plt Wakil Pimpinan KPK, Johan Budi SP memasikan sedangkan mengembangkan kasus di Sumatera Utara.

"Pengembangan dilakukan jika bukti-bukti yang kemudian disimpulkan ada keterlibatan pihak lain," kata Johan, Kamis (5/11).

Plt Wakil Pimpinan KPK Indriyanto Seno Adji mengaku bila KPK bakal memanggil seluruh pihak yang diduga terlibat dan mengetahui untuk dimintai keterangan

"Kemungkinan selalu ada, dan ini tergantung pendalaman tim," tambah, Indriyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×